PP 48 Melarang Pejabat di Daerah Mengangkat Tenaga Guru Honorer, Ini Akibatnya

“Kami takut sekarang kalau mengangkat guru honorer, khawatir kami nanti dipermasalahkan secara hukum,” katanya.

PP 48 Melarang Pejabat di Daerah Mengangkat Tenaga Guru Honorer, Ini Akibatnya
SRIPOKU.COM/RANGGA ERFIZAL
Anggota Komite 3 DPD RI saat melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Sumsel, Senin (16/4) 

Laporan wartawan sripoku.com, Rangga Erfizal

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Guru merupakan unsur penting dalam proses pendidikan. Hal ini lah yang menjadi pembahasan anggota DPD RI Komite III bersama pihak Pemprov Sumatera Selatan mengenai informasi dan masukan terkait dengan inventarisasi materi penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang guru dan dosen di Ruang rapat Bina Praja, Senin (16/4).

Asisten Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel Edwar Juliartha mengakui jika saat ini masih terdapat kekurangan tenaga guru di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Sumsel.

Namun menurutnya, Pemprov Sumsel sendiri tidak bisa berbicara banyak untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik itu.

Bahkan saat ini ada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 yang melarang Pemda mengangkat guru honor.

"Untuk menutupi kekurangan guru saat ini hanya bersandar pada guru-guru honorer yang ada. Ketika akan mengangkat honorer kita terkendala dengan Peraturan Pemerintah,” kata Edwar Juliartha.

Lanjutnya, mereka tidak bisa mengambil keputusan atau tindakan yang ditetapkan untuk mengatasi persoalan konkrit yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas (Diskresi) secara terus menerus.

"Ini harus dicari jalan keluarnya, agar dapat mengangkat tenaga honorer, pemerintah harus mencabut peraturan itu (PP) terlebih dahulu," ungkapnya.

Sementara itu, senada dikatakan Komite III DPD RI, Abdul Aziz, bahwa kendala dalam pengangkatan tenaga guru honor disebabkan dengan terbitnya PP tersebut.

“Kita akan mengubah dan memperbaiki undang-undang guru dan dosen. Makanya pada kunjungan ini kita saling butuh masukan, apa saja yang belum terakomodir,” imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Rangga Erfizal
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved