Meski Dijadikan Kampanye Hitam di Dunia, GAPKI Sumsel Tetap Optimis Industri Kelapa Sawit Tetap Baik

Meski sampai saat ini industri kelapa sawit masih kerap diterpa dengan kampanye hitam dari berbagai negara, namun GAPKI tetap optimis

Meski Dijadikan Kampanye Hitam di Dunia, GAPKI Sumsel Tetap Optimis Industri Kelapa Sawit Tetap Baik
Dok Sripoku.com
Presiden Jokowi pada kegiatan peresmian peremajaan sawit di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba, Jumat (13/10/2017). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Meski sampai saat ini industri kelapa sawit masih kerap diterpa dengan kampanye hitam dari berbagai negara, namun Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) tetap optimis menatap industri kelapa sawit di tahun 2018.

Menurut Ketua GAPKI Sumsel, Hari Hartanto, industri kelapa sawit di Indonesia khususnya di Sumsel tetap memiliki prospek yang baik. Hal ini didukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik.

GAPKI pun memfokuskan diri untuk kinerja 2018 pada perawatan pasar ekspor tradisional dan promosi minyak sawit ke pasar ekspor baru.

Baca: Perbaikan Empat Ruas Jalan Seputaran Jakabaring Ditarget Tuntas Juni Nanti

"Sumsel sendiri kontribusinya terhasap nasional berkisar 8-10%, dimana Sumsel menempati posisi ke tiga dari sisi produksi terbanyak dan nomor empat jika dilihat dari luas lahan kelapa sawit yang dimiliki.

Dan 70% ekspor itu sudah dalam bentuk produk turunan seperti produk farmasi, deterjen,makanan olahan dan lain sebagainya. Sementara 30% nya adalah CPO," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Baca: Jelang Ramadhan, Rutinitas PLN Muaradua OKUS Lakukan Pemangkasan Pohon 3 Jam Dalam Sehari

 Hari mengatakan, sudah ada 146 jenis hasil produk olahan kelapa sawit yang sudah di ekspor. Hilirisasi dan penguatan pasar domestik juga menjadi pilihan untuk membuat industri kelapa sawit tetap bisa bertahan.

"Sayangnya, kalau di Sumsel masih sedikit pabrik yang mengolah hasil produksi kelapa sawit. Sejauh ini baru pada Minyak Goreng dan Margarin, contohnya di pabrik kawasan Mariana, Banyuasin. Di Sumsel baru 600-700 ribu ton yang digunakan untuk bahan produksi minyak goreng," ujarnya.

Hari menambahkan, jika saat ini harga jual kelapa sawit ditingkat petani masih terbilang baik, yakni berkisar Rp 1.678,69 (periode 1-15 April).

Baca: Sempat Tak Sadarkan Diri, Warga Binaan Lapas Muaraenim Meninggal Dunia

"harga ini sudah turun, sebelumnya pernah Rp 1.800-an per kilo. Kita harap pemangku kepentingan dan juga masyarakat mampu melawan isu-isu negatif yang beredar tetang kelapa sawit, karena setiap kali ada isu seperti ini harga pasar cenderung turun walaupun dari sisi demand meningkat," tutupnya. (*)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved