DPM KM FISIP Unsri Resmi Bubarkan FLMFS dengan Berbagai Pertimbangan

Selama dua tahun berjalan, FLMFS tidak memiliki AD/ART dan GBHPKO (Garis Besar Haluan Program Kerja Organisasi).

DPM KM FISIP Unsri Resmi Bubarkan FLMFS dengan Berbagai Pertimbangan
istimewa
Pertemuan Forum Legislatif Mahasiswa FISIP se-Sumatera (FLMFS) 2018 di Pendopoan Komplek Perkantoran Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Forum Legislatif Mahasiswa FISIP se-Sumatera (FLMFS) 2018 yang dilaksanakan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) KM FISIP berbuah penghentian sidang dan pembubaran Forum, Minggu (15/3).

Agenda FLMFS digelar di Ruang Pendopo Kompleks Perumahan Dinas Bupati Ogan Ilir pada 12-15 April 2018 dan diikuti oleh 30 orang delegasi dari 11 Universitas.

Pembubaran tersebut bukan tanpa sebab. Dua orang mahasiswa delegasi dari Universitas Sumatera Utara dan Universitas Syiah Kuala mengajukan opsi yang melanggar peraturan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Mahasiswa berinisial GKR dari Universitas Sumatera Utara menyampaikan saran agar peserta dibebaskan merokok pada saat sidang.

Hal ini tentu melanggar Peraturan Daerah Pemkab Ogan Ilir bahwasannya Pelarangan merokok di tempat umum dan lingkungan pemerintahan.

Opsi lain disampaikan oleh TMR, mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang berpendapat bahwa mahasiswa diperbolehkan tidur saat sidang berlangsung. Opsi ini tentu bukan hal yang pantas dilakukan saat sidang.

Dalam sambutannya saat penutupan FLMFS, Hamdani Sumantri selaku Ketua Umum DPM KM FISIP dengan tegas menyatakan bahwa FLMFS harus dibubarkan. Forum ini bukanlah forum yang dijalankan sesungguhnya.

"Orang-orang yang memberikan dan mendukung opsi merokok dan tertidur saat sidang tersebut tidak beretika dan tidak bermoral. FLMFS dibentuk asal-asalan, hanya menurutkan nafsu jabatan. Kami dengan tegas menyatakan membubarkan FLMFS dan keluar dari keanggotaan", tegas Hamdani.

Hamdani menambahkan bahwa ada berbagai pertimbangan lain yang membuat DPM KM FISIP menyatakan dengan tegas untuk membubarkan FLMFS.

Selama dua tahun berjalan, FLMFS tidak memiliki AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) dan GBHPKO (Garis Besar Haluan Program Kerja Organisasi).

"Ada berbagai pertimbangan lain diantaranya FLMFS tidak memiliki AD/ART dan GBHPKO selama dua tahun berdiri. Inilah yang menyebabkan lembaga ini tidak berjalan dengan baik", tambah Hamdani.

Hal senada juga disampaikan Gubernur Mahasiswa BEM KM FISIP Rahmat Rafinzar yang turut hadir dalam acara penutupan dan pembubaran FLMFS.

"Seandainya langkah ini memang perlu, pembubaran FLMFS adalah langkah yang tepat. Namun, jika masih bisa diperbaiki silakan diperbaiki. Itu tergantung kembali kepada poin permasalahan yang terjadi. Menurut saya, langkah yang diambil DPM KM FISIP sudah tepat," ujar Rafinzar.

Pembubaran juga dilakukan karena delegasi dinilai tidak memiliki etika terhadap panitia. Terbukti dengan perilaku kurang sopan terhadap panitia perempuan dan melanggar waktu tidur seperti pengungkapan dari salah seorang panitia.

"Delegasi bersikap tidak sopan kepada panitia perempuan. Mereka juga tidur diluar batas waktu yang telah ditentukan", ungkap Balqis salah satu panitia.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help