400 Ribu Pekerja di Sumsel Gantungkan Hidup di Perkebunan Kelapa Sawit

Reaksi keras muncul dari berbagai pihak menyusul adanya kampanye jaringan supermarket Inggris Iceland Co untuk menghentikan penggunaan

400 Ribu Pekerja di Sumsel Gantungkan Hidup di Perkebunan Kelapa Sawit
komoditas.co.id
kebun kelapa sawit 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Reaksi keras muncul dari berbagai pihak menyusul adanya kampanye jaringan supermarket Inggris Iceland Co untuk menghentikan penggunaan produk-produk berbasis minyak sawit pada akhir 2018.

Salah satunya datang dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel.

Hari Hartanto, Ketua GAPKI Sumsel mengatakan, apa yang terjadi di Eropa merupakan bagian dari kampanye hitam yang menyerang kelapa sawit di Indonesia.

Selain itu, ini juga menjadi bagian dari politik dagang mereka.

Baca: BREAKING NEWS; Tak Pakai Sandal, Paidi Tewas Disambar Petir

"Sebenarnya ini politik dagang untuk melindungi petani nabati mereka disana. Dengan adanya isu seperti ini, harusnya kita mesti lawan, di dalam negeri jangan sampai ini malah tergiring opini oleh isu itu, karena pada faktanya itu tak benar. Sawit memiliki multiplier effect, terutama untuk mereka yang menggantungkan hidup dari perkebunan sawit," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, di Sumatera Selatan luas lahan untuk perkebunan sawit saja mencapai 1,3 Juta Hektare. Dengan pekerja lebih dari 400.000 pekerja

"belum lagi yang turunannya, seperti sopir, petani swadaya, dan lain sebagainya lebih dari itu jumlahnya. Jadi bayangkan bagaimana besarnya dampak jika tindakan diskriminatif seperti ini berlangsung terus," ujarnya.

Hambatan perdagangan seperti ini, kata Hari bukan kali pertama, beragam isu lainnya juga pernah menyerang kelapa sawit Indonesia, seperti pekerja anak, deforestasi, korupsi sampai pelanggaran HAM.

Halaman
123
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved