Selalu Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Empatlawang, Ternyata Begini Asal Usul Perlombaan Serapungan

Memeriahkan hari jadi Kabupaten Empatlawang ke 11 tahun, yang jatuh pada setiap tanggal 20 April, Dinas Pariwisata Empatlawang

Selalu Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Empatlawang, Ternyata Begini Asal Usul Perlombaan Serapungan
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Lomba Serapungan cepat di Sungai Musi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Empatlawang, Sabtu (14/4/2018) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Awijaya 

SRIPOKU. COM, EMPATLAWANG - Memeriahkan hari jadi Kabupaten Empatlawang ke 11 tahun, yang jatuh pada setiap tanggal 20 April, Dinas Pariwisata Empatlawang mengelar lomba serapungan dan rakit hias, Sabtu (14/4/2018).

Peserta serapungan diikuti peserta serapungan santai 821 peserta , serapungan cepat 39 peserta dan rakit hias 31 peserta terdiri dari masyarakat umum dan instansi pemerintah.

Serapungan di buka oleh Bupati Empatlawang, H. Syahril Hanafiah di pantai Terusan sungai Musi demaga Jetty finish di jembatan Musi II, Tebingtingi.

Baca: Bayi Laki-laki Diduga Hasil Hubungan Gelap Dibuang di Atas Trotoar

"Serapungan ini kegiatan rutin setiap tahun digelar, ini merupakan budaya nenek moyang, mengunakan sungai musi dari desa kedesa berhubungan satu sama lain, pada hari ini kita napak tilas melestarikan budaya serapungan," ungkap Syahril.

Untuk menarik peserta, pemenang lomba serapungan cepat biasanya diberi hadiah satu unit sepeda motor dari Pemkab Empatlawang dan beberapa hadiah doorprize lainya.

Baca: Senggol Rossi, Legenda MotoGP Sebut Marquez Harusnya Dihukum Berat, tak Hanya Penalti

Ternyata Asal usul lomba serapungan ini sendiri berdasarkan sumber dari dinas Pariwisata Empatlawang, memiliki sejarah sendiri yakni sebelum adanya jalan darat, orang orang dahulu di Empatlawang menggunakan jalur sungai musi sebagai sarana transportasi untuk berpergian dengan menggunakan batang bambu dirakit.

Sehingga tradisi nenek moyang seperti serapungan itu perlu dilestarikan sehingga di perlombakan setiap tahunnya di Kabupaten Empatlawang.

Saat ini serapungan digelar menggunakan dua batang bambu saja, dirangkai dan dua batang bambu ini ditumpangi satu orang peserta.

Baca: Amerika Serikat Serang Suriah Pakai Rudal Penjelajah Tomahawk Senilai Rp 3,08 Triliun

Lomba serapungan dan rakit hias sudah lama dikenal masyarakat Empatlawang khususnya di kecamatan Tebingtinggi yang tinggal dipinggir aliran sungai musi.

Oleh karena itu lomba serapungan dijadikan agenda wisata olahraga air tahunan dan salahsatu ikon kabupaten kabupaten Empatlawang objek wisata air unik dan spektakuler.

Serapungan dari Empatlawang, juga sudah masuk data base dinas kebudayaan provinsi Sumsel. (*)

Penulis: Awijaya
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help