SriwijayaPost/

Dianggap Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Tempat Penampungan Barang Rongsokan di Muaradua

Banyaknya keluhan masyarakat terhadap penampungan barang rongsokan di Kecipung Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua,

Dianggap Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Tempat Penampungan Barang Rongsokan di Muaradua
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
tempat penampungan barang rongsokan di Muaradua Kabupaten OKUS. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Alan Novriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA -- Banyaknya keluhan masyarakat terhadap penampungan barang rongsokan di Kecipung Kelurahan Batu Belang Jaya, Kecamatan Muaradua, Dinas Kesehatan Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan meninjau langsung ke lokasi pada Rabu kemarin (4/4/2018) .

Dari peninjauan kelokasi yang dilakukan dinas kesehatan untuk memastikan dampak pengaruh pada aspek kesehatan pada warga di lingkungan Kecipung Kelurahan Batu Belang Jaya dan sekitarnya.

Dalam hasil pengamatan dilakukan pihak Dinas kesehatan mengatakan kalau terdapat pencemaran lingkungan yang diduga merugikan lingkungan sekitar.

"Memang benar tempat penampungan barang rongsokan tersebut menyebabkan tempat bersarang nyamuk hingga menimbulkan bau busuk," kata Drs Herman Azedi, Kamis (5/4/2018).

Baca: Ini 6 Penyebab Cepat Rusaknya Motor Matic Akibat Pemakaian tak Tepat, Nomor 5 Dinilai Paling Tepat

Selain itu juga, kata Herman, penampungan barang rongsokan menyumbat Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) di lingkungan sekitar.

Terkait hal itu pihaknya hanya menyampaikan hasil pengamatan dilokasi.

Baca: Anak Jaman Now, Masih TK Sudah Bawa Racing, Saat Ditilang Polisi Jawaban Bocah Ini Bikin Ngakak

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jumadi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan terhadap pencemaran lingkungan namun aktivitas tersebut menganggu masyarakat sekitar.

"Terkait keluhan penampungan barang rongsokan ini, pihaknya saat ini masih menunggu dari Dinas perizinan," ungkapnya. (*) 

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Reigan Riangga
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help