Bisnis Properti Terhambat Regulasi, Apersi Sumsel Tetap Optimis Penuhi Target Penjualan

"Tahun politik tidak mempengaruhi progres penjualan rumah ke depan tapi daya beli masyarakatlah yang berpengaruh," tutup Syamsu.

Bisnis Properti Terhambat Regulasi, Apersi Sumsel Tetap Optimis Penuhi Target Penjualan
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Ketua DPD Apersi Sumsel, Syamsu Rizal. 

Laporan wartawan sriwijaya post, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pertumbuhan bisnis properti khususnya untuk rumah komersil dan subsidi pada quartal pertama tahun 2018 ini mengalami kelesuan.

Hal ini terkait adanya regulasi baru yang dikeluarkan pemerintah terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang mengatur standardisasi baru spesifikasi rumah sehingga menghambat pengembang melakukan penjualan (closing) KPR.

"Sebenarnya prospek penjualan rumah bersubsidi sangat bagus tapi regulasi ini menunda KPR, namun quartal selanjutnya hingga akhir tahun optimis bisa memenuhi target penjualan," kata Ketua DPD Apersi Sumsel, Syamsu Rizal, Rabu (4/4).

SLF yang diterapkan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang baru yakni ketentuan dan syarat mengenai teknis bangunan.

Teknis bangunan yang dimaksud dalam aturan baru ini, bagi setiap pengembang harus menjamin kualitas rumah yang akan mereka pasarkan, serta bertanggung jawab jika terjadi kerusakan saat sudah menjadi milik konsumen.

Pengembang yang telah membangun rumah sebelumnya memasarkan harus mengubah lagi spesifikasinya agar bisa memasarkan rumah.

Hal inilah yang menjadikan bisnis properti atau penjualan KPR menjadi lesu.

Penjualan rumah komersil, diakui Syamsu memang lesu. Hal ini disebabkan turunnya harga komoditi di Sumsel seperti karet, sawit dan juga hasil tambang sehingga mempengaruhi pendapatan dan daya beli masyarakat.

"KPR komersil memang bergantung dengan komoditi yang ada di Sumsel akibatnya penjualan rumah juga stagnan," akunya.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved