Pemilihan Walikota Pagaralam

PJs Walikota Tegaskan Masyarakat Pagaralam Jangan Mau Dibodohi dengan Politik Uang

Pelaksanaan Pilwako Kota Pagaralam pada 27 Juni 2018 mendatang menjadi fokus tugas bagi PJs Kota Pagaralam, Musni Wijaya

PJs Walikota Tegaskan Masyarakat Pagaralam Jangan Mau Dibodohi dengan Politik Uang
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Foto bersama pasangan calon Pilkada Kota Pagaralam usai menandatangani pernyataan pilkada damai yang diselenggarakan KPU Kota Pagaralam, Minggu (18/2/2018) 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Pelaksanaan Pilwako Kota Pagaralam pada 27 Juni 2018 mendatang menjadi fokus tugas bagi PJs Kota Pagaralam, Musni Wijaya.

Untuk itu dirinya mengundang panitia Pilwako yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawan Pemilu (Panwaslu) Kota Pagaralam ke rumah dinas Walikota, Selasa (3/4/2018).

Kegiatan silahturohmi PJs Walikota, KPU dan Panwaslu tersebut dilakukan PJs untuk sama-sama menyatukan tugas mensukseskan gelaran Pilkada Kota Pagaralam agar berlangsung aman dan kondusif.

Menurut PJs Walikota Pagaralam, Musni Wijaya, Pagaralam sangat kental dengan tali persaudaraan, bahkan masyarakat mempunyai tali silaturahmi yang sangat erat.

Untuk itu kemungkinan terjadinya kerusuhan pada Pilkada nanti cukup sedikit.

"Adat masyarakat Pagaralam ini sangat kental dengan persaudaraan.

Jadi hal inilah yang harus tetap kita jaga. Meskipun berbeda pilihan namun tali silahturahmi harus tetap dijaga," ujarnya.

Musni yakin masyarakat Pagaralam tidak mudah dirayu dengan janji dari tim yang mengatas namakan tim pemenangan paslon untuk memberikan sesuatu dengan tujuan tertentu yang sering di sebut Money politik (Politik uang).

"Kita harap jangan ada istilah Racun Demokrasi yaitu politik uang. Karena ini akan merugikan masyarakat sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi menyampaikan, bahwa Kota Pagaralam mempunyai Lima kecamatan dan 35 Kelurahan dengan jumlah TPS 428 dan mata pilih 102.301 sementara.

"Sejauh ini KPU terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melaporkan diri bagi warga yang belum terdaftar di Daftar pemilih sementara DPS.

Pasalnya nanti DPS inilah yang akan di jadikan acuan sebagai landasan Untuk di jadikan Daftar pemilih tetap (DPT)," katanya.

Yenli menegaskan masyarakat jangan sampai tergiur dengan apa yang diberikan sejumlah uang oleh oknum yang mengatasnamakan tim pemenangan paslon.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help