Hengki Paksa Tyas Bantu Pembunuhan Sopir Taksol. "Jika Menolak Aku Dihabisi"

Tyas Dryantama (19), membantah ikut merencanakan perampokan disertai pembunuhan terhadap driver online Tri Widyantoro (44).

Hengki Paksa Tyas Bantu Pembunuhan Sopir Taksol.
SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim
TERTUNDUK - Tyas (19), mahasiswa yang menjadi pelaku pembunuhan driver online, tertunduk ketika dibincangi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika di ruang sel tahanan Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/4). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tyas Dryantama (19), membantah ikut merencanakan perampokan disertai pembunuhan terhadap driver online Tri Widyantoro (44). Pengakuan ini disampaikan Tyas ketika dibincangi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (2/4).

Berita Lainnya:  Rektor Unsri Siap Berhentikan Mahasiswa Terlibat Pembunuhan Driver Gocar Tri Widyantoro

"Yang punya rencana itu mereka bertiga, saya cuma diajak. Mereka datang ke kos saya di Palembang dan memang sudah ada rencana," ujar Tyas yang tercatat sebagai mahasiswa semester tiga Fakultas Ekonomi Pembangunan Unsri.

Diceritakan Tyas, ketika itu ketiga temannya datang dari Desa Lalan Kabupaten Muba ke tempat kosnya di belakang Griya Agung Palembang. Ketiganya yakni Poniman, Hengki dan Bayu, sudah memiliki rencana dan persiapan.

Tyas sempat menolak ajakan yang sudah direncanakan, namun Tyas terpaksa ikut karena takut diancam ketiga temannya. Kemudian Hengki meminta Tyas untuk mempersiapkan tali.

"Hengki minta tali, saya bilang ambil di belakang karena ada tali tambang. Saya menolak tidak mau ikut, tapi Kata Hengki kalau tidak ikut, nanti saya dibunuh. Karena mereka takut saya melapor," ujar Tyas.

Kemudian rencana mulai dijalankan dan memesan gocar untuk diantarkan ke arah Kenten Laut. Ketika berada di dalam mobil yang dikendarai korban Tri, Tyas kembali menceritakan, ketiga temannya langsung mencekik korban yang dilakukan Poniman.

Korban Tri sempat berontak, lalu Hengki memegang tangan kanan dan Bayu memegang kaki korban. "Dia (korban Tri) berontak, lalu Hengki bilang sama saya untuk minta rewangi pegang tangan kirinya. Saya diancam Hengki, kalau tidak mau saya juga akan dihabisinyo. Jadi saya pegangin tangan kiri," ujar Tyas.

Lantaran korban terus berontak, Tyas mengatakan, lalu Poniman dan Hengki langsung menjerat leher korban dari belakang. Lalu korban meninggal dunia dan dibawa ke arah jalan Sungsang.

"Setelah itu saya kembali diancam Hengki. Jangan melapor kepada siapa saja, kalau melapor saya diancam juga dibunuh. Saya takut dan pulang, lalu saya bilang silakan jua mobil dan saya tidak minta sepeser pun," cerita Tyas yang selalu menundukan kepala.

Tyas yang menceritakan kronologi kejadian, sering sekali menyebut nama Hengki. Bahkan nama Hengki berkali-kali disebut Tyas. Diketahui Hengki memang memiliki kepribadian yang berbeda pada remaja umumnya.

"Saya tahu sama Hengki itu, memang waktu SMA, orangnya suka kerja yang mistis dan memang mentalnya keras. Saya hanya tahu dan tidak kenal," ujar mahasiswa di Seberang Ulu yang enggan disebutkan namanya dan juga berasal dari Lalan Muba.

Pelaku Hengki Sulaiman kini masih dalam pengejaran petugas. Pelaku Bayu dan Tyas, kini sudah diamankan petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel dan masih menjalani pemeriksaan penyidik. Sementara pelaku Poniman tewas ditembak petugas, lantaran saat ditangkap melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, sudah tiga dari empat tersangka yang tertangkap. Petugas sudah mengetahui keberadaan Hengki dan memastikan akan menyikat habis pelaku Hengki karena sangat kejam kepada korban.

Meskipun begitu, jika Hengki ini menyerahkan diri tentunya sebagai pihak kepolisian akan menjunjung Hak Azasi Manusia (HAM) dan akan melindunginya. "Karena itu lebih baik serahkan diri saja, jika tidak kami sikat betul," ujarnya. (bew/cr32)

Editor: Bedjo
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved