Owner Konter Celuler: Jangan Bunuh Kami Pedagang Tradisional

Kesatuan Niaga Celuler Indonesia menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap peraturan Kemenkominfo

Owner Konter Celuler: Jangan Bunuh Kami Pedagang Tradisional
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para owner outler celuler menggelar aksi ldi Gedung DPRD Sumsel, Senin (2/4/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Kesatuan Niaga Celuler Indonesia menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap peraturan Kemenkominfo tentang pembatasan 1 NIK untuk tiga nomor HP di Gedung DPRD Sumsel, Senin (2/4/2018).

Koordinator Aksi M Tantowi Jauhari maupun Koordinator Lapangan Yosi bersama sekitar 100 massa yang merupakan para owner counter celuler kompak mengenakan ikat kepala putih bertuliskan "Save pedagang tradisional celular".

"Kami mendukung 1 KTP 1 KK.

Dengan membatasi ini sama dengan membunuh pedagang UMKM berkurang pendapatan hingga 70 persen.

Baca: Sebut Akan Main Sabun Secara Live di FB Jika SFC Kalahkan Persib, Ribuan Fans Tagih Janji Pria Ini

Yang ikut owner di sini dari Palembang.

Biasanya sehari Rp 5 jutaan. Ini wujud ketidakberpihakan pemerintah kepada pedagang UKM dan tidak sesuai dengan program Presiden Jokowi yang mewujudkan cita-cita besar Nawa Cita bagi anak bangsa," kata Yosi seraya membentangkan spanduk bertuliskan Kuburan Massal Pedagang Tradisional Outlet Seluruh Indonesia dan 5 tuntutan.

Adapun 5 tuntutannya yakni: 1. Mendukung registrasi kartu perdana prabayar secara valid sesuai identitas.

2. Menolak pembatasan 1 NIK untuk 3 kartu perdana.

3. Pemerintah Cq Kemenkominfo telah membohongi outker celuler.

4. Menuntut Kemenkominfo untuk bertanggungjawab menjamin keamanan data pribadi masyarakat.

5. Memohon kepada Presiden Indonesia agar turun tangan menyelesaikan demu keberlangsungan outler selaku UMKM yang jadi sumber penghidupan 5 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved