SFC Update

Sriwijaya FC Vs Persib, Duel Klasik Liga Indonesia yang Sarat Akan Misi & Gengsi

Duel klasik tersaji di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Minggu (1/4/2018) pukul 18.30 live di Indosiar. Mempertemuk

Sriwijaya FC Vs Persib,  Duel Klasik Liga Indonesia yang Sarat Akan Misi & Gengsi
sripoku.com/anton
ilustrasi rekor pertemuan sfc vs persib 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Duel klasik tersaji di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Minggu (1/4/2018) pukul 18.30 live di Indosiar. Mempertemukan Sriwijaya FC dan Persib Bandung, laga kali ini diprediksi bakal berlangsung sengit.

Kedua kubu masing-masing membawa misi dalam laga partai kedua Liga 1 2018 kali ini. Seperti Sriwijaya FC, yang mengusung target menghapus rekor buruk pertemuannya dengan tim berjuluk Maung Bandung itu.

Tampil di kandang sendiri, tak mungkin mereka menambah catatan masa lalu kelam di masa yang sudah-sudah. Tercatat, tiga lags belakang pertemuan mereka selalu menelan pil pahit kekalahan.

Laskar Wong Kito, seolah dijauhi dewi fortuna. Teranyar, skuat yang dibesut Rahmad Darmawan saat itu, Selasa (16/1/2018) harus menyudahi laga di partai pembuka penyisihan Grup A Piala Presiden 2018, dengan kekalahan tipis 1-0.

Kembali ke belakang, tepatnya pagelaran Liga 1 2017 lalu, laga tandang-kandang juga tak memuaskan di pihak Sriwijaya FC. Mereka harus tunduk dengan skor 0-2 (Sabtu, 29/4/2017). Tampil di hadapan publik sendiri pun, juga ditekuk dengan skor 1-4 (Senin, 4/9/2018).

Mengusung beban di atas, jelas Arsitek Sriwijaya FC Rahmad Darmawan, tak ingin tawar menawar dengan pertandingan kali ini. Meskipun saat ia mengintip Persib Bandung di partai pertama, mereka mendominasi laga partai pertama versus PS Tira Senin (26/3) kemarin. Walaupun pada akhirnya mereka harus berbagi poin bersama tim tandang tersebut, dengan skor 1-1.

"Mereka menciptakan banyak peluang. Ini berbahaya dan kondisi ini yang harus kita waspadai," ujar Rahmad Darmawan saat dikonfirmasi.

Di sisi lain, RD mengaku telah menciptakan semacam skema agar pemain dapat menyeimbangkan sisi emosi dan intelegensi mereka selama pertandingan. Sehingga pemain bisa menunjukkan performa terbaik mereka tanpa terbebani target dan masa lalu tim yang cukup berat untuk dihadapi.

"Dalam arti tidak berlebihan. Sehingga jika intelegensi dan emosi namun emosi lebih berat, mereka akan kacau bermainnya. Saya ingin normal saja, pemain bisa lebih lepas dalam bermain agar maksimal," terangnya.

Eks-pelatih T-Team Malaysia ini berharap, setiap pemain juga tidak melupakan apa yang menjadi tanggung jawabnya di masing-masing lini. Hal tersebut penting mengingat Persib Bandung memiliki pemain bertipikal cepat dan sering melakukan penetrasi di wilayah musuhnya.

Kuncinya ia harus memiliki tanggung jawab dan disiplin dalam menjaga bola di areanya masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Persib Bandung Fernando Soler mengungkapkan jika timnya datang ke sini dengan target serius, tiga poin. Meskipun dibayangi rekor cukup baik dari pertemuan kontra Laskar Wong Kito, ia tak menganggap hal itu sebagai suatu keuntungan.

"Diharapkan kita bisa dapat tiga poin, kemenangan kemarin itu beda dari Piala Presiden, saat ini ya saat ini. Saya melihat tim sekarang sudah beda," ujarnya.

Ia mengakui, memang laga kali ini cukup serius dalam arti, ia tidak bisa mengandalkan sejarah dan keberuntungan di masa lalu. Sehingga saat bertandang ke Stadion GSJ Palembang ini, ia mengaku siap untuk mencuri poin di kandang lawan sebagai bentuk pelipur lara lantaran mereka baru saja dipaksa berbagi poin dengan PS Tira, beberapa waktu lalu.

"Kita datang ke sini untuk main besok dengan kemungkinan kira-kira bisa ambil poin di sini. Kita ga main-main datang ke sini," jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved