Pemilihan Gubernur Sumsel

Sosialisasi Pilgub, KPU Sumsel Senam Bareng di JSC

Memanfaatkan momen berkumpulnya masyarakat yang mengikuti senam bareng, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel

Sosialisasi Pilgub, KPU Sumsel Senam Bareng di JSC
Sripoku.com/Abdul Hafiz
Ketua KPU Sumsel H Aspahani SE Ak MM CA berdialog dengan peserta senam seraya mensosialisasikan Pilgub Sumsel di Jakabaring Sport City, Minggu (1/4/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Memanfaatkan momen berkumpulnya masyarakat yang mengikuti senam bareng, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel ikut nimbrung mensosialisaskan Pilgub Sumsel di Jakabaring Sport City, Minggu (1/4/2018).

"Kita KPU Sumsel di sini tadi ikut senam bareng warga sekaligus untuk mensosialisasikan tahapan pilgub dan pilkada serentak 27 Juni 2018," ungkap Ketua KPU Sumsel H Aspahani SE Ak MM CA.

Di lokasi petugas KPU Provinsi Sumsel disiapkan laptop bagi pemilih yang ingin mengecek namanya di DPS (Daftar Pemilih Sementara).

Aspahani memaparkan tahapan tanggal 24 Maret-2 April 2018 merupakan masa pengumuman DPS dan tanggapan masyarakat.

Pada tahapan ini, warga masyarakat diminta memastikan namanya terdaftar sebagai pemilih. Jika namanya belum terdaftar di DPS, diminta untuk melaporkan ke PPS (Panitia Pemungutan Suara) setempat yakni Posko pelayanan pemutakhiran data pemilih dengan cara mengisi formulir A.1.A-KWK, melampirkan fotokopi KTP-el atau KK.

"Selain berdialog dengan warga yang tengah melakukan senam. Bagi yang terdaftar tadi kita berikan hadiah," tambah Komisioner KPU Provinsi Sumsel Divisi SDM dan Parmas A Naafi SH MKn.

Sementara Pengamat Sosial Politik Prof DR Alfitri MSi menilai selama ini KPU terbentur masalah dana sehingga sosialisasi agak tersendat.

Maka perlu didorong bagaimana percepatan ataupun kecerdasan KPU di dalam sosialisasi itu. Ia bisa gunakan hal-hal yang efektif, medsos, dll. Tapi harus ada inovasi-inovasi.

"Kita yakin KPU punya hasrat untuk melakukan sosialisasi karena ada keterbatasan dana itu. Sehingga sosialisasi itu agak adem ayem. Ini tantangan KPU bagaimana memberi rayuan kepada DPRD atau gubernur untuk menurunkan dana itu. Kalau tidak, sosialisasi itu berdampak pada partisipasi pemilih," kata guru besar sosiologi Unsri

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved