Pengamat Politik: Bawaslu-KPU Masih Ada Waktu 4 Bulan Tuntaskan Persolan E-KTP Pemilih

Penuntasan masalah E-KTP dinilai harus didoronv menjadi data base yang valid terutama mengingat besarnya

Pengamat Politik: Bawaslu-KPU Masih Ada Waktu 4 Bulan Tuntaskan Persolan E-KTP Pemilih
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Pengamat politik, Prof Alfitri 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Penuntasan masalah E-KTP dinilai harus didoronv menjadi data base yang valid terutama mengingat besarnya jumlah yang bisa mempengaruhi partisipasi pemilihan umum.

"Golongan muda yang harus punya E-KTP itu dibilang banyak.

Kalau menurut informasi Mendagri (Tjahyo Kumolo) ada 15 juta.

Kalau itu bisa masuk partisipasi, kenapa tidak. E-KTP harus didorong menjadi data base yang valid," ungkap Prof DR Alfitri MSi ditemui Sripoku.com usai acara pengukuhan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (IKA FISIP) Universitas Sriwijaya di Graha Sriwijaya.

Menurut guru besar sosiologi Unsri ini, data base dari E-KTP ini tidak hanya untuk kepentingan politik, melainkan bisa digunakan untuk pendidikan, kesehatan bahkan untuk strategi keamanan.

"Ini kan menjadi bagian penting bagaimana kita melihat Indonesia ke depan.

Kalau E-KTP ini tuntas akan berdampak bagi bangsa ini.

Beberapa permasalahan itu bisa misalnya standar tingkat kemiskinan, standar tingkat pengangguran," ulasnya.

Alfitri melihat masalah E-KTP ini masih berlanjut belum ada kepastian yang semestinya harus ada langkah untuk menetapkan partisipasi pemilih.

Karena tidak mungkin menunggu E-KTP tuntas sementara mengorbankan partisipasi pemilih.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved