Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Indonesia

Dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan tenaga kesehatan serta masyarakat di tingkat lokal maka akan mendukung keberhasilan

Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Indonesia
net
Ilustrasi berhenti merokok 

Pembangunan Kesehatan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional.

Salah satu  keberhasilan pembangunan kesehatan ditandai dengan meningkatkan kesadaran, kemauan  dan kemampuan hidup sehat bagi setiap masyarakat agar terwujud derajat kesehatan 
masyarakat yang setinggi-tingginya.

Saat ini, masih banyak permasalahan kesehatan yang terjadi di Indonesia, salah satunya adalah peningkatan jumlah perokok di kalangan anak muda.

Rokok adalah olahan produk dari tembakau dengan cara di bakar dan dihisap asapnya. 

Rokok terbuat dari tanaman nicotiana rustica, nicotiana tabacum dan spesies lainnya yang  asapnya mengandung nikotin dan tar.

Rokok dapat membahayakan kesehatan dan  menyebabkan berbagai penyakit diantaranya adalah kanker paru-paru, kanker mulut, saluran pernapasan kronik, kardiovaskuler, ginjal, kanker mulut, tenggorok, lambung, kandung  kemih, mulut rahim, sumsum tulang, penyakit jantung koroner, dan pengerasan pembuluh nadi (arteriosklerosis).

Efek yang ditimbulkan tidak hanya berisiko pada kalangan masyarakat yang aktif merokok tetapi juga perokok pasif yang terpapar asap rokok yang juga 
berpotensi untuk menyebabkan berbagai penyakit diantaranya adalah infeksi paru, gangguan pertumbuhan paru, dan kanker paru-paru.

WHO memperkirakan jumlah kematian akibat perokok pasif mencapai 600.000 jiwa dalam setahun.

Permasalahan ini sangat berhubungan dengan perekonomian di suatu negara, masyarakat yang memiliki gaya hidup yang tidak  sehat lebih besar risikonya untuk pemakaian biaya pelayanan kesehatan.

Total biaya  konsumsi tembakau mencapai Rp127,4 triliun, biaya tersebut digunakan untuk belanja rokok, biaya pembiayaan kesehatan yang terkait dengan gangguan kesehatan akibat rokok serta 
kecacatan dan kematian dini.

Halaman
1234
Editor: Odi Aria Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help