Inspirasi

Kisah Emak Masitoh, Rela Bekerja Sebagai Tukang Tambal Ban Demi Hidup 7 Anaknya

Cinta yang paling tulus adalah cinta ibu kepada anaknya. Hakekatnya, wanita terlahir dengan hati lemah lembut dan tulus.

Kisah Emak Masitoh, Rela Bekerja Sebagai Tukang Tambal Ban Demi Hidup 7 Anaknya
Sripoku.com/Rahmad Zilhakim
Emak Masitoh seorang wanita yang bekerja sebagai seorang tampal ban, Jumat (23/3/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmad Zilhakim

SRIPOKU. COM, PALEMBANG -Cinta yang paling tulus adalah cinta ibu kepada anaknya.

Hakekatnya, wanita terlahir dengan hati lemah lembut dan tulus.

Hal itu dibuktikan ibu, dimulai dari mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari, mengasuh, menyusui, hingga mendidik.

Seperti seorang ibu yang sudah lanjut usia ini meski usia sudah tidak muda lagi ia tetap bekerja keras untuk membiayai hidup anaknya.

Berada di Kol H. Burlian Km 9 kelurahan Kebun Bunga kecamatan Sukarami Palembang.

Ia rela berprofesi sebagai tukang tambal ban demi menghidupi anak-anaknya.

Iya kerap disapa orang sekitar dengan panggilan Emak Masitoh, umumnya kini menginjak 58 tahun.

Ibu 7 orang anak ini sudah puluhan tahun menjalani profesi sebagai tambal ban.

Ia mengaku sudah berprofesi sebagai seorang tambal ban sejak umur 22 tahun.

Halaman
12
Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved