Kasus Elektronik ktp

Puan dan Pramono dalam Lingkaran E-KTP

Dalam berbagai kasus hukum, orang yang sudah dijadikan terdakwa dalam suatu kasus berupaya melibatkan berbagai kalangan

Puan dan Pramono dalam Lingkaran E-KTP
kompas.com
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2/2018). 

Puan dan Pramono dalam Lingkaran E-KTP

SRIPOKU.COM,  JAKARTA --  Dalam berbagai kasus hukum,  orang yang sudah dijadikan terdakwa dalam suatu kasus berupaya melibatkan berbagai  kalangan, ada yang berupaya  menyelamatkan diri dan tidak melibatkan orang lain meskipun ada indikasi.

Disisi lain ada juga tidak ingin hanya sendirian harus menanggungnya  dan mencoba-coba  melibatkan pihak meski tidak ada indikasi.

Dan ada pula yang ingin membantu untuk melibatkan orang lain “mengamankan” dan ikhlas menanggung sendiri meski orang lain yang jelas terlibat.

Adalah  terdakwa kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto buka suara dengan menyebut ada uang hasil korupsi yang mengalir kepada dua politisi PDI Perjuangan Puan Maharani dan Pramono Anung.

Menurut Novanto, keduanya masing-masing mendapatkan 500.000 dollar Amerika Serikat.

Hal itu dikatakan Novanto saat sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (22/3/2018).

"Bu Puan Maharani Ketua Fraksi PDI-P dan Pramono adalah 500.000. Itu keterangan Made Oka," kata Setya Novanto kepada majelis hakim.

Menurut Novanto, suatu saat pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Made Oka Masagung datang ke kediamannya.

Menurut Novanto, saat itu Oka menyampaikan bahwa ia sudah menyerahkan uang kepada anggota DPR.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help