Perlu Pengelolaan dan Pengembangan SDA Terpadu Agar Air di Sumsel Tetap Terjaga
membuat regulasi tentang sungai, penataan ruang sumber air, lingkungan kependudukan, konservasi air pengendalian daya rusak air,
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Reigan Riangga
Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pada Peringatan hari Air Sedunia ke XXVI, Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sunatera Selatan (Sumsel), Nasrun Umar mengungkapkan jika pada pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) perlu dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan berwawasan lingkungan hidup dengan tujuan kemanfaatan SDA yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
"Kita semua, baik pemerintah, swasta dan Stakeholder serta masyarakat dituntut untuk bekerja sama guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat khsususnya Sumsel," ujar Nasrun Umar, Kamis (22/3/2018) saat menghadiri peringatan Hari Air Sedunia di Jakabaring
Guna menjamin kelestarian alam dan ketersedian air, Nasrun menilai perlu dilakukan usaha pengembangan dan pengelolaan SDA secara terpadu berwawasan lingkungan dengan cara konservasi SDA.
Baca: Usai Subuh Berjemaah di Kertapati, Harnojoyo Sambangi Lokasi Kebakaran di 27 Ilir Palembang
Ia melanjutkan, kesepakatan bersama ini dapat dilaksanakan diantaranya adalah membuat regulasi tentang sungai, penataan ruang sumber air, lingkungan kependudukan, konservasi air pengendalian daya rusak air, kualitas pengelolaan air, dan pencemaran.
Kemudian pengendalian penyediaan sarana prasarana sumber daya air penyediaan lokasi serta pembinaan sekolah sungai untuk masyarakat.
Baca: LRT Segera Didatangkan, yang Sudah Tidak Sabar Ingin Lihat, Catet Jadwalnya
"Saya mengharapkan agar dalam peringatan Hari Air Dunia dari tahun ke tahun ada peningkatan dengan kegiatan nyata melaksanakan pembangunan yang berbasis masyarakat untuk menjaga ketersediaan air dengan cara membuat embung, kolam retensi, sumur resapan, bioppori dan lain-lain untuk dapat menyimpan air," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Kementerian PUPR, Suparji mengatakan, Hari Air Dunia diperingati setiap tahunnya.
Baca: Pelayanan Pembuatan Paspor di Pagaralam Belum Optimal. Ini Penyebabnya
Dimana, Alam untuk air merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dilindungi dan memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari serta untuk mewujudkan kesejahtraan raakyat Indonesia dalam segala bidang.
"Kami mengharapkan dukungan semua pihak dan stakeholder untuk mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan sumber-sumber air.
Sehingga peringgatan Hari Air Dunia ini sebagai momentum berbuat untuk membangun infrastruktur dalam menjaga air dapat mengalir sesuai dengan keseimbangan alam," pungkasnya. (*)