Tembus Delapan Besar, Salahkah Buang Montella?

Montella tidak terlalu lama melatih Milan. Namun, usai dipecat, dirinya kini mencatat prestasi membanggakan di kancah Liga Champions.

Tembus Delapan Besar, Salahkah Buang Montella?
FootBall5Star.com
Montella dan Gattuso

Laporan wartawan Sriwijaya Post, Refly Permana

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Menghabiskan banyak dana klub untuk membeli pemain, Vicenzo Montella dicap gagal memenuhi ekspektasi direksi dan fans AC Milan.

Mantan tukang gedor Sampdoria dan AS Roma itu lantas didepak dari kursi kepelatihan dan digantikan oleh Gennaro Gattuso.

Beberapa hari menganggur, Montella dipilih menjadi pelatih salah satu klub papan tengah La Liga Spanyol, Sevilla FC. Becermin dari hasil Il Aeroplane di liga domestik, keputusan direksi Milan boleh jadi tidak salah karena di tangan Montella Sevilla masih belum memperlihatkan statistik yang bagus.

Hanya saja, melihat sepak terbang Sevilla di kancah Liga Champions Eropa, mungkin ada tersirat rasa penyesalan di benak direksi Rossoneri. Maklum, pelatih yang mereka anggap gagal membangkitkan prestasi Milan justru membuat langkah yang tak terduga dengan menginjakkan kaki di babak delapan besar kompetisi tertinggi di Liga Eropa tersebut.

Sementara Gattuso, suksesor Montella, berhasil mencatat beberapa hasil bagus di liga domestik. Terseok-seok diawal, mantan gelandang tengah Milan ini mulai menarik minat fans dengan hasil-hasil positif.

Posisi Milan merangkak naik di klasemen dan menumbuhkan kembali asa untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Sayangnya, prestasi positif Gattuso terancam 'tak dianggap'. Pasalnya, di kompetisi Liga Eropa yang diikuti Milan, peluang untuk melaju ke babak selanjutnya cukup sulit. Di babak 16 besar dan bermain di hadapan pendukung sendiri, klub yang bermarkas di Stadion San Siro tersebut takluk 0-2 di pertemuan pertama.

Beban besar Ill Allenatore untuk membalikkan keadaan tentunya karena Arsenal pasti akan fokus karena kompetisi ini juga menjadi alternatif untuk mereka demi masuk ke Liga Champions, harapan yang sama dari kubu Milan. Peluang masih ada, namun cukup sulit mengingat tim besutan Arsene Wenger juga tengah on fire.

Ditilik dari komposisi yang dimiliki Milan sekarang, sebenarnya Gattuso bisa dikatakan hanya meneruskan apa yang sudah dikerjakan Montella di awal musim ini. Patrick Cutrone contohnya, merupakan striker muda yang potensinya diperlihatkan Montella saat melatih. Kini, Cutrone masih diandalkan Gattuso membobol jala lawan meski kursi kepelatihan sudah berganti.

Di pertemuan kedua melawan Manchester United pada babak 16 besar Liga Champions, beban yang ada di pundak Montella bukan main beratnya. Bermain di kandang lawan, musuh yang memiliki nama besar di liga domestik dan kancah Eropa, pemain lawan yang jauh lebih berkualitas, plus manejer yang sepak terjangnya jauh di atas Montella merupakan segelintir tantangan Montella untuk mencetak prestasi di klub yang ia besut.

Di pertandingan ini, bukti Montella sanggup memimpin suatu klub usai dikenal sebagai striker mematikan. Jalannya pertandingan, Sevilla beberapa kali mencatat peluang bagus mencetak gol, yang membuat United tak bisa bermain lepas meski bermain di hadapan pendukung sendiri.

Puncaknya, ketika Montella memutuskan memainkan Wissam Ben Yedder di setengah jalannya babak kedua. Striker Prancis yang juga sanggup bermain di beragam posisi itu justru menjadi pahlawan Sevilla dengan brace yang dicetak dan memupuskan harapan pasukan Mou meraih prestasi gemilang di Liga Eropa.

Salute, Montella!

Penulis: Refli Permana
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help