Sungai Lematang Meluap, Delapan Desa di Kabupaten PALI Terendam Banjir

beredar foto anggota DPRD PALI Aka Cholik Darlin, memakai baju PKS dan sejumlah warga lainnya, mengevakuasi nenek keluar dari rumah.

Sungai Lematang  Meluap, Delapan Desa di Kabupaten PALI Terendam Banjir
istimewa
Anggota DPRD PALI, Aka Cholik, dan warga meninjau lokasi banjir di Kecamatan Tanah Abang. 

SRIPOKU.COM, PALI - Hujan deras yang mengguyuri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), membuat beberapa desa yang ada di tepian sungai Lematang terendam banjir dengan kedalaman bervariasi.

Banjir tahunan itu, terjadi saat intensitas hujan tinggi, selain debit air hujan dan debit air kiriman dari hulu membuat sungai Lematang meluap dan masuk ke desa- desa di Kecamatan Tanah Abang.

Lebih kurang delapan desa yang berada di tepian Sungai Lematang, diantaranya, Desa Curup, Modong, Tanah Abang Selatan, Sedupi, Tanjung Dalam, Muara Sungai dan Sukaraja.

Namun banjir tersebut masih dikatakan kondisi aman, sejauh ini kondisi air belum menggenangi rumah melainkan di bawa rumah panggung, mengingat hampir 99 persen rumah warga adalah panggung.

Aktivitas warga masih terganggu, seperti kebun karet warga yang terendam otomatis tidak bisa mencari nafkah.

"Sampai saat ini kondisi air masih aman bagi warga air masih di bawah rumah warga, jika air sudah banjiri jalan otomatis rumah warga juga tersendam," kata Camat Tanah Abang, Adrean Edison, ST MM saat dihubungi melalui  handphone.

Dia mengatakan memasuki musim hujan pihak Kecamatan khususnya hari ini terus memonitoring di lokasi banjir, tujuannya apa, nanti bilamana ditemukan kondisi yang dianggap darurat dilakukan tindakan, baik itu evakuasi warga dan barang-barang milik warga.

"Kita monitor terus, jadi bisa cepat dilakukan tindakan. Termasuk juga berkoordinasi dengan dinas terkait, BPBD, Dinkes dan Dinsos. Tapi banjir hari ini kami pastikan masih aman," katanya.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan PALI dengan sigap langsung mendirikan Posko kesehatan melalui Puskesmas-Puskesmas terdekat.

Karena mereka menilai peristiwa banjir pastinya berdampak gangguan kesehatan, baik itu diare, sakit perut dan lain-lain khususnya bagi anak-anak dan lansia.

"Sudah saya perintahkan terutama Puskesmas terdekat untuk mendirikan Posko kesehatan, karena hal-hal seperti peristiwa banjir efeknya ada gangguan kesehatan, jadi warga yang mengalami gangguan kesehatan bisa langsung datang untuk dicek atau dilakukan pengobatan oleh tim yang ada di posko," ungkap Kadinkes PALI, dr. H. Muzakir M.Kes.

Sementara itu, di akun Media Sosial (Medsos) Facebooks, beredar foto anggota DPRD PALI Aka Cholik Darlin, memakai baju PKS dan sejumlah warga lainnya, mengevakuasi nenek keluar dari rumah ditandu di atas air.

Saat evakuasi ketinggian air mencapai dagu orang dewasa.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help