Polres dan Civitas Akademik STTE Tanjungenim Deklarasi Tolak Hoax dan Isu SARA

"Kita ingin damai, karena yang bisa menciptakan kedamaian adalah mulai dari kita sendiri, minimal tidak membuat kegaduhan," ujar Kapolres.

Polres dan Civitas Akademik STTE Tanjungenim Deklarasi Tolak Hoax dan Isu SARA
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan mengajak civitas akademik Sekolah Tinggi Theologia Ebenezer (STTE) Tanjungenim serta para jemaat Gereja GPIN Tanjungenim, mendeklarasikan untuk menolak Hoax dan Isu SARA di Aula STTE Tanjungenim, Muaraenim, Rabu (14/3). 

Laporan wartawan sriwijaya post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan mengajak civitas akademik Sekolah Tinggi Theologia Ebenezer (STTE) Tanjungenim serta para jemaat Gereja GPIN Tanjungenim, mendeklarasikan untuk menolak Hoax dan Isu SARA di Aula STTE Tanjungenim, Muaraenim, Rabu (14/3/2018).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres selain menyampaian materi langsung dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Kemudian diakhiri dengan Deklarasi para Mahasiswa dan Dosen mendukung Polri (Polres Muaraenim) untuk melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku penyebar Hoax dan isu SARA yang memecah belah NKRI.

Menurut Kapolres Muaraenim AKBP Leo Andi Gunawan didampingi Kasat Binmas AKP Malik Fahrin, bahwa
tujuan dilaksanakan tatap muka tersebut adalah untuk menjalin kemitraan dengan para dosen dan mahasiswa dalam menyebarkan kebaikan, cinta kasih dan sayang dengan sesama tanpa membedakan suku, ras, agama dan antar golongan.

"Kita ingin damai, karena yang bisa menciptakan kedamaian adalah mulai dari kita sendiri, minimal kita sendiri tidak membuat kegaduhan," ujar Kapolres di depan ratusan dosen, mahasiwa dan jemaat gereja GPIN Tanjungenim dengan tema Universal Compassion.

Dan diharapkan Kapolres, bila nantinya para Mahasiswa STTE menjadi dosen, penginjil dan misionaris dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya menjaga kerukunan antar umat beragama dengan menjunjung tinggi toleransi keberagaman.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help