Naik Turunnya Harga Bahan Pokok, Bikin Pedagang Bingung

Yeyen mengatakan, harga bahan pokok terkadang naik terkadang stabil, tergantung dengan cuaca dan stok barang yang ada,

Naik Turunnya Harga Bahan Pokok, Bikin Pedagang Bingung
SRIPOKU.COM/mg4
Pedagang - Harga bahan pokok yang sering naik turun membuat pedagang kebingungan. Selasa (13/3) 

Laporan wartawan Sripoku.com ; Wahyu Kurniawan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -Cuaca yang tak menentu, beberapa harga pokok di pasar-pasar tradisional di kota Palembang mengalamai kenaikan dan aja juga yang harganya stabil, kenaikan harga pokok seperti ayam potong, bawang merah, putih, telur, cabai, kentang serta tomat hingga beras.

Adapun harga bahan pokok, seperti ayam potong dari Rp 23 ribu jadi Rp 29 ribu, cabai merah tetap di harga Rp 40 ribu, cabai hijau Rp 36 ribu, tomat Rp 4.000 jadi Rp 6.000, bawang putih dari Rp 25 ribu jadi Rp 30 ribu, bawang merah dari Rp 30 ribu jadi Rp 35 ribu, dan telur turun dari harga Rp 22 ribu menjadi Rp 19 ribu.

Salah satu pedagang di pasar 16 Ilir, Yeyen mengatakan, harga bahan pokok terkadang naik terkadang stabil, tergantung dengan cuaca dan stok barang yang ada, apalagi saat ini cuaca yang susah ditebak.

"Kalau minggu kemarin harga cabai naik dan stok nya sedikit, tapi sekarang sudah kembali stabil,"jelasnya. Selasa (13/2).

Yeyen menjelaskan, faktor harga tersebut tidak hanya masalah cuaca saja. Namun, pasokan dari daerah dan agen juga.

“Kalau stok dari agen kosong seperti cabai dan bawang saya tidak mau mengambil banyak karena saya takut merugi karena harga cabai selalu berubah setiap harinya,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya di pasar Cinde, Muksin yang mengaku harga bahan pokok tersebut sering naik turun dan susah ditebak.

“Sudah biasa kalau cuaca tak menentu seperti ini harga naik turun,” jelasnya.

Muksin menambahkan, kenaikan harga pokok saat ini masih terbilang normal dan belum mengalami kenaikan yang terlalu signifikan.

"Kalau beras satu kilo nya Rp 22 ribu tidak naik, tapi kalau yang lain ada naik tapi tidak banyak,"ujarnya.

Sementara itu, Memey seorang masyarakat yang sedang berbelanja mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu cabai merah kosong di pasar kalaupun ada cabainya mahal dan tidak terlalu bagus.

"Bingung juga kadang naik turun harga bahan pokok, kadang stok nya sedikit, tapi mau gimana kita haru belanja buat makan,"ujarnya.(mg4)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help