Dana Honor Guru SMA dan SMK se Sumsel Segera Cair

Alex Noerdin memastikan jika pencairan dana yang peruntukkannya bagi guru honorer SMA/SMK se Sumsel akan segera cair.

Dana Honor Guru SMA dan SMK se Sumsel Segera Cair
SRIPOKU.COM/IST
Gubernur Sumatera selatan (Sumsel) Alex Noerdin. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin memastikan jika pencairan dana yang peruntukkannya bagi guru honorer SMA/SMK se Sumsel akan segera cair paling lambat pekan depan.

Besaran dana yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yakni sebesar Rp 15 Miliar dan akan diserahkan ke 705 Honorer yang telah terverifikasi melalui adanya Surat Keputusan (SK) pejabat berkompeten seperti Bupati, Walikota atau Gubernur

"Paling lamban minggu depan sudah cair. Tapi ini hanya untuk 705 honorer yang sudah diverifikasi sejak 2017 kemarin," ujarnya, Rabu (14/3/2018) saat dijumpai di Griya Agung.

Alex mengimbau kepada honorer yang belum menerima untuk bersabar karena masalah ini masih digodok di DPR Komisi 2.

Diapun meminta honorer menunggu dan terus berjuang guna meyakinkan anggota DPR Komisi 2 agar hal ini diselesaikam dengan cepat.

Sehingga dapat segera merumuskan hasil yang dapat memenuhi keinginan semua pihak.

"Perjuangan ini harus disampaikan agar semua orang tahu dan peduli. Saya hanya bisa mendorong ini untuk fasilitasi forum untuk kawal ini ke pusat," jelasnya.

Alex saat menerima audiensi sejumlah Pengurus Forum Honorer Kategori 2 Indonesia-Sumsel (FHK2I-SS) di Griya Agung, mengungkapkan akan menginstruksikan seluruh Kepala Dinas Pendidikan di kabupaten dan kota untuk mencontoh Kota Palembang.

Dimana hari ini Rabu (14/3) Pjs Walikota Palembang menyerahkan ribuan SK kepada tenaga honorer guru dan non teknis untuk kejelasan para honorer.

Sementara itu Ketua Forum Honorer Kategori 2 Indonesia-Sumsel (FHK2I-SS), Syahrial mengungkapkan kedatangan mereka ini untuk mengkomunikasikan beberapa persoalan.

Salah satunya adalah mengenai pengalihan honorer SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi per 1 Januari 2017.

"Soal kesejahteraan tenaga pendidikan yang dialihkan termasuk 9 bulantunjangan honor mereka. Karena adanya pengalihan ada banyak dana yang tadinya diberi kabupaten kota jado tidak ada lagi," jelasnya.

Menurut Syahrial tenaga honorer K2 yang mereka data berjumlah 7.033. Jumlah tersebut 80 persen terdiri dari 80% tenaga guru dan tenaga pendidikan termasuk penjaga sekolah.

"Dengan pertemuan ini kita ada sedikit pencerahan. Gubernur menginstruksikakln agar semua kabupaten menindaklanjuti dan mencontoh Kota Palembang. Pemberian SK ini untuk penguatan dalam hal melaksanakan tugas di sekolah masing-masing . Tujuannya untuk menyeragamkan SK serta insentif dan honor,"tutupnya.(cr26)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help