Apa Arti Dan Makna Pi Day Yang Jadi Google Doodle Hari Ini ?

Diawali 30 tahun lalu pada 1988 oleh fisikawan Larry Shaw, Pi Day selalu identik dirayakan dengan sepotong kue pai yang terlihat sangat lezat.

Apa Arti Dan Makna Pi Day Yang Jadi Google Doodle Hari Ini ?
google doodle
google doodle hari ini 

SRIPOKU.COM - Google Doodle hari ini hadirkan tampilan yang sungguh menggugah selera di laman utama pecarian perusahaan, Google.

Kalau kita perhatikan bentuk google doodle berupa tampilan makanan , Pi day sendiri diartikan sebagai hari pi.

Diawali 30 tahun lalu pada 1988 oleh fisikawan Larry Shaw, Pi Day selalu identik dirayakan dengan sepotong kue pai yang terlihat sangat lezat.

Lalu apa arti sebenarnya Pi Day atau Hari Pi, dan kenapa dirayakan pada hari ini? Pi Day merupakan hari perayaan untuk menghormati konstanta matematika, Pi--ditandai yang ditandai oleh huruf Yunani "π".

Hasil gambar untuk pi day

Dikutip dari laman Google Doodle, Rabu (14/3/2018), Angka tersebut mewakili rasio antara lingkar lingkaran (perimeter) dengan diameternya (jarak dari sisi ke sisi yang melewati pusat).

Hari Pi adalah sebuah perayaan tahunan konstanta matematika π. Hari Pi dirayakan setiap bulan Maret tanggal 14 karena 3, 1, dan 4 adalah tiga angka penting pertama dari konstanta π

Tak hanya itu, konstanta Pi memiliki peranan penting dari bebagai bidang yang berhubungan dengan matematika.

Pi Day dirayakan tepat pada hari ini untuk menghormati tiga digit pertama dari konstanta tak terhingga tersebut, yaitu 3.14.

Jadi, 14 Maret ditulis sebagai 3.14 (Maret = 3 dan hari - 14). Maka dari itu, 14 Maret adalah Hari Pi!

Untuk perayaan Pi Day kali ini, Google  meminta bantuan penemu Cronut, Dominique Ansell untuk membuat sebuah doodle epik untuk ulang tahun ke-30 konstanta Pi.

Hasil gambar untuk dominique ansel
Dominique Ansell, Los Angeles Magazine

Tampilkan foto kue pai sebenarnya, koki pastry pemenang berbagai penghargaan tersebut menata berbagai macam kue yang tentunya akan membuat pecinta makanan, matematikawan, dan pengguna internet terkesima.

Penulis: Budi Darmawan
Editor: Budi Darmawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help