Pemilihan Gubernur Sumsel

Akses ke Mushola dan Toilet Dibatasi Garis Merah, Pengunjung Debat Publik Susah Buang Air

Panitia memasang garis merah pembatas jalan akses dari depan ruang Ballroom untuk menuju toilet dan mushola Hotel Novotel Palembang.

Akses ke Mushola dan Toilet Dibatasi Garis Merah, Pengunjung Debat Publik Susah Buang Air
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para petugas keamanan dan staf KPU Sumsel berjaga di garis merah pembatas jalan akses dari depan ruang Ballroom untuk menuju toilet dan mushola Hotel Novotel Palembang, Rabu (14/3/2018). 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dengan alasan larangan bolak-balik, para pengunjung acara Debat Publik Cagub dan Cawagub Sumsel kesulitan sholat maghrib di Mushola dan buang air di toilet di samping Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu (14/3/2018).

Pasalnya pihak panitia telah memasang garis merah pembatas jalan akses dari depan ruang Ballroom untuk menuju toilet dan mushola Hotel Novotel Palembang.

"Kalau sudah lewat ke sana, tidak boleh lagi masuk ke sini," kata wanita berpakaian staf KPU Sumsel.

Yang membingungkan pengunjung, padahal mushola dan toilet ini letaknya satu lantai yang bersebelahan setelah pengunjung memasuki pintu masuk.

Ketika hal ini dikonfirmasi, Abdullah SH MA Kabag Hukum Teknis dan Hupmas KPU Sumsel enggan mengomentari aturan larangan ini dan meminta menanyakan ke Sumarwan Sekretaris KPU Sumsel.

"Jangan dibesarkanlah. Aku dewek jugo nahanke. Ini sudah diambil alih pihak keamanan," kata Abdullah.

Sementara sebagian personel aparat yang bertugas menjaga keamanan Debat Publik Cagub dan Cawagub Sumsel menggelar sholat maghrib berjamaah di Halaman depan Ballroom Hotel Novotel Palembang. Menggunakan mobil rantis, disiapkan keran untuk mengambil wudhu.

"Kito nak sholat di dalam tadi tuh takut kagek kalo kalo rami gek dak dibolehke lagi pecak waktu acara penetapan nomor urut Paslon tempo hari. Lagian cakmano wong nak ke toilet, sementara di situlah tempatnyo," keluh para awak media yang hendak sholat di mushola dan toilet. Para awak media pun dibatasi hanya di bagian belakang dan hanya satu angle. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved