Sering Kebakaran, Badan Pemadaman Kebakaran Ajukan Dua Pos Baru

"Idealnya harus menambah dua pos lagi, di dalam satu pos ada empat personil dengan tiga mobil pemadam kebakaran," ujarnya.

Sering Kebakaran, Badan Pemadaman Kebakaran Ajukan Dua Pos Baru
SRIPOKU.COM/SITI OLISA
Kepala BPBPK, Dicki L Tatung 

Laporan wartawan sriwijaya post, Siti Olisa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Untuk lebih maksimal mengatasi masalah kebakaran yang ada di Kota Palembang, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Palembang mengusulkan penambahan pembangunan dua pos pemadam kebakaram di tahun ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Palembang, Dicki L Tatung, Selasa (13/3) mengatakan pihaknya sudah mengusulkan untuk menambah dua pos lagi, yaitu yang berada di wilayah Perumnas, dan di lapangan brimob.

"Semua masih dalam tahap usulan, jika disetujui akan segera dibangun tahun ini," ujarnya.

Dia mengatakan idealnya, Kota Palembang ini memiliki delapan pos pemadam kebakaran, untuk itu kami mengusulkan dua pos lagi.

"Idealnya harus menambah dua pos lagi, di dalam satu pos ada empat personil dengan tiga mobil pemadam kebakaran," ujarnya.

Pihaknya saat ini memiliki sebanyak 32 mobil kebakaran yang siap beroperasi selama 24 jam.

"Di dalam pos tersebut kami memperlakukan sistem kerja shift-shifan untuk penjaga sehingga selalu siap siaga selama 24 jam," ujarnya.

Keenam Pos Pemadaman Kebakaran tersebut berada di Gandus, Merdeka, Alang-alang lebar, Seberang Ulu I dan di Seberang Ulu II ada dua pos.

"Kasus musibah kebakaran banyak di akibatkan oleh listrik, lilin dan kompor gas, maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada," ujarnya.

Bahkan di tahun ini sudah sebanyak 16 kasus kebakaran terjadi, satu diantaranya bencana kebakaran skala besar.

"kebanyakan kasus kebaran kecil, dan banyak kebakaran di akibatkan oleh kompor meledak dan gesekan alus listrik," ujarnya.

Kendati anggaran BPBPK Kota Palembang di tahun ini masih sama seperti tahun lalu yaitu sebesar Rp 12 Miliar, namun nilai tersebut dianggap cukup untuk menanggulangi bencama yang ada di Palembang.

"Bencana paling sering terjadi di palembang adalah kebakaran, lalu banjir, namun sesekali kami juga membantu mengatasi masalah asap," ujarnya.(cr5)

Penulis: Siti Olisa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help