Pemilihan Walikota Palembang

Hanura Belum Tentukan Sikap Dukungan di Pilkada Palembang

Saat ini masih penjajakan, semua kandidat kita komunikasikan untuk yang terbaik bagi partai dan masyarakat Palembang

Hanura Belum Tentukan Sikap Dukungan di Pilkada Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua DPD Partai Hanura Sumsel, H Hendri Zainudin (kiri) dan Cawako Palembang H Mularis Djahri SH 

“Untuk Pilgub jelas kepada Herman Deru-Mawardi Yahya (HD-MY), bahkan partai sudah bergerak untuk memenangkan pasangan ini, begitu juga nantinya Pilkada Palembang mungkin dalam beberapa waktu kedepan akan segera kita umumkan kemana dukungan ini,” jelasnya.

DPP Hanura mengindtruksikan agar partai menarik dukungan dari pasangan Mularis-Syaidina Ali yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari partai yang didirikan Wiranto tersebut.

"Iya benar, sesuai instruksi ketum maka partai menarik (cabut) dukungan dari Mularis," kata Sekjen DPP Hanura Hery Lontung Siregar.

Dikatakan besan Presiden Jokowi ini, Mularis sudah dipecat ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua DPD Hanura Sumsel, baik sebagai ketua maupun sebagai kader.

Ini dilakukan karena sikap Mularis tidak tegak lurus dengan partai tentang Pilgub Sumsel.

Selain itu, Mularis juga sebagai salah satu kubu Hanura Hotel 'Ambhara' dengan ketum Daryatmo dan Syarifudin Sudding.

"Pencabutan dukungan ini memang tidak mempengaruhi ke KPU karena memang tidak boleh, tapi ini dukungan kader dan mesin partai yang kita cabut," tegas Hery.

Terkait dukungan kader dan mesin partai pada Pilkada Palembang nanti apakah ke Pasangan Incumbent atau bukan?

Besan Presiden Jokowi ini belum memastikan ke pasangan mana partai akan dialihkan.

"Kita lihat nanti ya, DPD lebih tahu itu, nanti kita bicarakan kemana," katanya.

Sementara menanggapi hal ini Cawako Palembang nomor urut 4, H Mularis Djahri SH kepada Sripoku.com mengaku tidak mempermasalahkannya.

"Dak masalah. Sekarang kita nunggu hasil gugatan di PTUN. Kita nunggu instruksi DPP. Kalau kalah kita ganti baju.

Dak katek yang nak diributin. Itu sudah konsekuensi berpolitik," kata Mularis.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved