21.599 Keluarga di Kabupaten Muaraenim Terima Bantuan Non Tunai PKH

Sebanyak 21.599 Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Muaraenim menerima bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH).

21.599 Keluarga di Kabupaten Muaraenim  Terima Bantuan Non Tunai PKH
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak warga Muaraenim mengantre mengambil bantuan PKH di salah satu BRI dalam kota Muaraenim, Selasa (13/3). 

Laporan wartawan sriwijaya post, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Sebanyak 21.599 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Muaraenim menerima bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH).

Bantuan non tunai PKH itu disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) secara bergiliran.

Menurut Kepala Dinas Sosial Muaraenim M Nazir melalui Kasi Jaminan Sosial Keluarga Hapison, Selasa (13/3/2018), PKH adalah Program Perlindungan Sosial melalui pemberian Uang Tunai kepada keluarga sangat miskin, selama keluarga tersebut memenuhi kewajiban memanfaatkan pelayanan Kesehatan dan Pendidkan Dasar.

Bantuan non tunai sebesar Rp 1.850.000 yang dibagi empat yang dibagikan setiap triwulan.

"Setiap triwulan Rp 500 ribu, jadi triwulan ke empat hanya menerima Rp 350 ribu," ujar Hapison.

Dalam pemberiannya, kata Hapison, akan diawasi oleh petugas Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), karena sasaran adalah keluarga PKM.

Dan apabila outputnya tidak sesuai peruntukkannya yakni untuk biaya pendidikan dan kesehatan ibu hamil, maka kedepan bisa saja mereka dicoret tidak akan menerima bantuan ini lagi.

Intinya uang bantuan ini, jangan disalahgunakan untuk membeli motor dan lain-lain.

"Petugas kita akan cek, apakah anaknya sekolah terus atau tidak, apakah ibu bayi diberikan asupan sesuai petunjuk atau tidak, jika tidak berarti mereka tidak sesuai peruntukannya dan batuan bisa dihentikan," tukasnya.

Sedangkan menurut Setiorini (30) warga Desa Karang Raja, bahwa ia baru tahun ini menerima bantuan tersebut, dan ia sangat bersyukur sebab bisa membantu meringankan biaya anak-anaknya sekolah dan membeli susu.

"Saya senang sekali Pak, setidaknya bisa beli peralatan sekolah dan beli susu anak," ujarnya yang sehari-hari berjualan sayur masak keliling ini.

Sedangkan menurut Kepala Cabang BRI Muaraenim Toto, membenarkan jika sebagian dana dari PKH tersebut disalurkan melalui BRI.

Penyalurannya dilakukan secara bertahap dan tersebar di beberapa cabang Unit BRI di Kabupaten Muaraenim, karena jika tidak diatur tentu akan bertumpuk dan berjubel.(ari)

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help