Terkait Bocornya NIK Untuk Registrasi Nomor Seluler. ,Diskominfo Sumsel Hanya Lakukan Monitoring

Kominfo melakukan upaya untuk menyurati Google dan lain-lain, agar tidak terjadi kembali penyalahgunaan untuk registrasi SIM card prabayar

Terkait Bocornya NIK  Untuk  Registrasi Nomor Seluler. ,Diskominfo Sumsel Hanya Lakukan Monitoring
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Dr Inanda Karina AF SSI MSI, Sekertaris Diskominfo Sumsel

Laporan Wartawan Sripoku.Com : Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Selatan angkat bicara terkait beredarnya kabar adanya kebocoran data Nomor Induk Kependudukan yang digunakan untuk registrasi nomor seluler.

Disampaikan, Dr Inanda Karina AF SSI MSI, Sekertaris Diskominfo Sumsel bahwa pada dasarnya, Diskominfo Sumsel tidak memiliki wewenang langsung terkait kebijakan yang mewajibkan registrasi menggunakan KK dan KTP. Sebab, hal tersebut masih menjadi domain Kemkominfo.

Kemudian, validasi data yang digunakan itupun langsung terintegrasi dengan Dinas Kpendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang memang memiliki kewenangan.

"Jadi secara sistem, KK dan KTP itu domain Disdukcapil yang memang sudah terintegrasi dari pusat ke daerah. Terus terang saja, khususnya untuk Kominfo semua kewenangan masih berada di pusat, termasuk untuk verifikasi registrasi kartu ini. Registrasi langsung terintegrasi dengan data kependudukan. Kami disini lebih kepada monitoring," jelasnya, Rabu (7/3/2018)

Menurutnya, jika sesorang melakukan registrasi tanpa menggunakan data kependudukan yang benar, maka registrasi tidak akan berhasil dilakukan.

Bahkan, guna mengecek agar tak adalagi outlet-outlet yang menjual starterpack perdana tanpa registrasi, pihaknya telah melakukan sidak ke konter-konter dan mengambil sample 10 kartu dari tiap-tiap provider. Hasilnya, 80% memang tidak ditemukan lagi penjualan kartu perdana tanpa harus regstrasi.

"Secara sistem sudah pasti tidak akan bisa diaktifkan jika sebelum dilakukan registrasi. Karena, provider pun telah mendapatkan aturan yang jelas terkait registrasi kartu yang tujuannya untuk mensinkronkan data-data pemilik nomor handphone dengan data kependudukan," jelasnya.

Kominfo pun memastikan jika data pengguna aman dan tidak ada terjadi kebocoran data. Bahkan Dari info resmi yang didapat, Kominfo melakukan upaya untuk menyurati Google dan lain-lain, agar tidak terjadi kembali penyalahgunaan untuk registrasi SIM card prabayar.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help