Eksklusif Sriwijaya Post

Asal Kualitas Bahan Bagus, Jembatan Gantung Bisa Tahan Hingga 15 Tahun

Masih banyak wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang membutuhkan jembatan penghubung.

Asal Kualitas Bahan Bagus, Jembatan Gantung Bisa Tahan Hingga 15 Tahun
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Salah satu jembatan gantung yang berada di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumsel. Jembatan tersebut membentang di atas Sungai Lematang. 

SRIPOKU.COM, BATURAJA -- Jembatan gantung adalah jenis jembatan yang menggunakan tumpuan ketegangan kabel daripada tumpuan samping. Sebuah jembatan gantung biasanya memiliki kabel utama (kabel baja atau rantai yang lain) berlabuh di setiap ujung jembatan. Setiap beban yang diterapkan ke jembatan berubah menjadi ketegangan dalam kabel utama.

Aksesibilitas masyarakat yang mendiami kawasan desa seberang sungai di Kabupaten OKU untuk keperluan aktivitas sehari-hari sangat terbatas. Hal tersebut membatasi masyarakat untuk mendapatkan akses ke pendidikan, informasi, pemasaran hasil pertanian, dan akses untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan. Masih banyak wilayah dengan kondisi tersebut di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang membutuhkan jembatan penghubung.

Baca: Mimpi Indah Warga di Ujung Jembatan Gantung: Kami Ingin Rumah Mewah Mobil Keren

Kabid Bina Marga PU PR Kabupaten OKU H Muzaim Alinsya ST MT yang dibincangi Sriwijaya Post menjelaskan, salah satu jembatan yang saat ini telah banyak digunakan dibeberapa desa di Kabupaten OKU adalah jembatan gantung sederhana untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Ada puluhan (sekitar 20-30) jembatan gantung yang sudah terdata.

Jembatan ini sangat cocok dikembangkan untuk suatu wilayah dengan kondisi geografis seperti yang terdapat di Kabupaten OKU.

H Muzaim yang juga mantan Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan PU PR Kabupaten OKU ini menjelaskan, jembatan gantung merupakan solusi paling tepat sehingga banyak digunakan karena lebih sederhana dan praktis dalam pengerjaannya serta ekonomis. Selain itu jembatan gantung juga diharapkan dapat dikerjakan secara swadaya. Sebab kata H Muzaim ST MT, khusus wilayah yang terpisahkan hambatan seperti sungai, tentunya memerlukan penghubung dimana salah satunya adalah jembatan gantung. Yang perlu diperhatikan adalah, ketahanan pondasinya harus kokoh dengan harapan bisa tahan 10 hingga 15 tahun.

Kemudian dari segi kualitas lantai apabila menggunakan papan, maka harus dipilih dari kayu yang berkelas agar tahan lama. Dikatakan H Muzaim, apabila menggunakan papan sebagai lantainya maka ketahannya bisa sampai dua tahun, sedangkan bila menggunakan flat deck ketahanan lantai bisa mencapai 4-6 tahun.

Dikatakan Kabid Bina Marga PU PR ini, yang harus diperhatikan adalah pemeliharaan rutin jembatan gantung.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada dana desa yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan desa termasuk pemeliharan jembatan gantung," terang Muzaim seraya menambahkan sekarang pemeliharaan jembatan gantung sudah diserahkan kepada desa masing-masing.

Sementara itu jumlah jembataan gantung yang terdata di Kabupaten OKU menurut H Muzaim tercatat 20 hingga 30 jembatan. Namun banyak juga yang dibangun masyarakat yang tidak dilaporkan. (eni)

Penulis: Leni Juwita
Editor: Soegeng Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved