Vendor Jasa Boga Asian Games 2018 Harus Bersertifikat HACCP

Berkaca dari SEA Games 2011 lalu, dimana banyak komplain dari segi makanan, Inasgoc menetapkan standar dan aturan khusus makanan

Vendor Jasa Boga Asian Games 2018 Harus Bersertifikat HACCP
SRIPO/SITI OLISA
PELATIHAN -- Suasana Pelatihan Regulasi Serta Penerapan HACCP dalam upaya peningkatan keamanan makanan bagi penyelenggara jasa boga yang digelar Dinkes Sumsel bekerja sama dengan ASDI, di Hotel Exelton, Rabu (7/3/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Berkaca dari SEA Games 2011 lalu, dimana banyak komplain dari segi makanan, Inasgoc menetapkan standar dan aturan khusus makanan yang akan disajikan untuk para petugas dan atlet Asian Games nanti. Untuk itu,

Head of Food Safety Inasgoc, dr Louise Kartika didampingi Head Production Departemen Catering Inasgoc, Teddy Rinaldi, di sela-sela Pelatihan Regulasi Serta Penerapan HACCP dalam upaya peningkatan keamanan makanan bagi penyelenggara jasa boga yang digelar Dinkes Sumsel bekerja sama dengan ASDI, di Hotel Exelton, Rabu (7/3), mengatakan, keamanan pangan saat Asian Games nanti sangat ketat.

"Nanti semua kita kawal ketat, mulai dari pengadaan barang mentah, produksinya sampai penyajiannya. Sebelum disajikan, makanan tersebut juga harus melalui rapid test dulu untuk melihat apakah layak untuk dimakan atau tidak," ujarnya.

Baca: Setiap Jumat Guru di Sumsel Harus Kenakan Jumputan

PELATIHAN -- Suasana Pelatihan Regulasi Serta Penerapan HACCP dalam upaya peningkatan keamanan makanan bagi penyelenggara jasa boga yang digelar Dinkes Sumsel bekerja sama dengan ASDI, di Hotel Exelton, Rabu (7/3/2018).
PELATIHAN -- Suasana Pelatihan Regulasi Serta Penerapan HACCP dalam upaya peningkatan keamanan makanan bagi penyelenggara jasa boga yang digelar Dinkes Sumsel bekerja sama dengan ASDI, di Hotel Exelton, Rabu (7/3/2018). (SRIPO/SITI OLISA)

Louise mengatakan, yang pasti, makanan harus sesuai standar kesehatan dari Dinkes, hygenis, cukup nutrisinya dan aman. "Pengawasan mutu makanan sangat penting dengan memakai konsep HACCP (Hazard Analisis Critical Control Point). Dengan konsep ini pelaku jasa boga bisa menidentifikasi bahaya (hazard) yang dapat terjadi pada setiap tahapan penyediaan makanan," ujarnya.

Dari hasil monitoring dan evaluasi makanan yang disajikan oleh catering untuk untuk pengawasa SEA Games 2011 terdapat beberapa keluhan, yakni porsinya sangat sedikit, sayur basi dan berbau asam, ditemukan ulat dalam kotak makanan, makanan yang disajikan dalam kemasan kotak tidak manusiawi, suhu makanan dingin dan tekstur keras, rasa makanan tidak enak, makan malam terlalu cepat diantar berbarengn dengan snack.

Berdasarkan hasil evaluasi ini, maka sangat diperlukan pelatihan tentang regulasi dan keamanan makanan petugas Asian Games. "Keamanan Pangan Olympic Council Indonesia bersama Dinas Kesahatan Sumsel harus mengawal kemaamanan pangan saat Asian Games ini," ujarnya.

Sementara Ketua Panitia, Yenita mengungkapkan, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh usaha catering yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI).

Dia menjelaskan, konsep HACCP ini adalah manajemen keamanan makanan yang sistematik untuk mengidentifikasi bahaya yang dapat terjadi pada setiap tahapan dalam rantai persediaan makanan.

"Kegiatan ini harus dilaksanakan oleh setiap penyelenggara jasa boga agar makanan yang disajikan kepada konsumen terjamin keamanannya," ujarnya.

Baca: Kalahkan Tuan Rumah, SMAN Sumsel Sabet Juara Debat Bahasa Inggris Tingkat Provinsi

Sementara Ketua APJI Kota Palembang, Sulaiha SSos menambahkan, anggota APJI selama ini memang sudah mempersiapkan diri untuk menyambut Asian Games. "Karena itu, kita ikut pelatihan ini, sehingga kami lebih paham bagaimana menyajikan makanan dengan aman, hygiene dan sehat," jelasnya.

APJI sendiri tambah Sulaiha, selama ini selalu menekankan anggotanya untuk melengkapi persyaratan administrasi dan perizinan. "Semua sudah ada akta perusahaan, perizinan dari Dinkes juga ada. Untuk HACCP ini akan kita lengkapi juga," ujarnya.(*)

Penulis: Siti Olisa
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help