Tidak Apel Pagi, Uang TPP Pegawai Pemkab OKI Dipotong

Pemotongan uang TPP sebagai bentuk punishment untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten OKI.

Tidak Apel Pagi, Uang TPP Pegawai Pemkab OKI Dipotong
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Asisten I Setda OKI, H Antonius Leonardo sebagai bentuk reward dan punishman untuk meningkatkan kinerja pegawai dilingkungan sekretariat daerah Kabupaten OKI 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berkomitmen menegakan disiplin ketat terhadap pegawainya dengan memangkas tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Pegawai yang tidak apel pagi akan mendapat potongan 0,5 persen hingga 100 persen.

Aturan tersebut menurut Asisten I Setda OKI, H Antonius Leonardo sebagai bentuk reward dan punishment untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten OKI.

“Sekretariat Daerah adalah simbol pelayanan dan jadi contoh OPD lain, untuk itu kedisiplinan pegawai adalah kunci utama,” kata Anton saat menjadi Pembina apel pagi pegawai di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten OKI, Selasa (6/3/2018).

Untuk itu ditambahkan Anton, pegawai di lingkungan sekretariat daerah merupakan SDM pilihan hendaknya mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan dan kinerja.

“Sebagaimana organisasi lainnya baik di pusat maupun TNI/Polri, sekretariat adalah pusatnya mengatur kebijakan jadi perlu SDM mumpuni dan berdisiplin tinggi,” tambah Anton.

Sejak penerapan ISO (International  Organization for Standardization) diberlakukan di kantor ini, beban kinerja pegawai di lingkungan sekretariat daerah Kabupaten OKI makin bertambah sehingga pantas menerima tunjangan perbaikan penghasilan.

Untuk menegaskan komitmen aturan ini ditetapkan Surat Keputusan Bupai OKI nomor 39/KEP/VII/2018 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Sekretariat Daerah.

Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah OKI, Yusuf Hendra SSTP menjelaskan, penghasilan pegawai yang didapat ASN di lingkungan Setda pun bervariasi dari Rp 750 ribu perbulan untuk jajaran staf pelaksana hingga Rp  3 juta untuk kepala bagian.

Ditambahkan Yusuf, untuk potongan tunjangan kinerja juga disesuaikan dengan besaran TPP misalnya tidak ikut apel pagi bagi staf pelaksana dipotong Rp 5.000 per hari dan Kepala Bagian Rp 20.000 dan jika tidak masuk kerja tanpa keterangan dipotong Rp 30.000 di tingkatan pelaksana hingga Rp 140 ribu bagi kepala bagian.

“Mereka akan langsung dikenai pemotongan TPP dengan besaran yang sudah ditentukan. dengan demikian, jika selama sebulan terus-menerus tidak pernah apel pagi saja potongan diatas 10 persen. Tidak masuk kerja sama sekali maka tidak mendapatkan TPP,” tutur Yusuf.

Kehadiran apel pagi dan kehadiran kerja di lingkungan sekretariat daerah tambah Yusuf sudah melalui perekaman absensi elektronik sidik jari sehingga data kehadiran valid. 

Penulis: Mat Bodok
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved