Tenaga Pendidik di Sumsel Jadi Sasaran Pelatihan Pengajar ToT Nilai Kebangsaan

Menurut Gubernur Lemhanas RI Letjen Agus Widjojo, ada beberapa hal yang mendasar dan dalam mengimplementasikannya bisa bersentuhan langsung

Tenaga Pendidik di Sumsel Jadi Sasaran Pelatihan Pengajar ToT Nilai Kebangsaan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para peserta mengikuti Pelatihan Pengajar Training of Trainers (ToT) Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Dosen, Guru dan Widyaiswara di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 yang diadakan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) di Hotel Novotel Palembang, Selasa (6/3/2018). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 100 orang tenaga pendidik dosen, guru dan widyaiswara di Provinsi Sumatera Selatan sasaran Lemhanas RI untuk menjadi peserta Pelatihan Pengajar Training of Trainers (ToT) Nilai-Nilai Kebangsaan di Hotel Novotel Palembang, 6-16 Maret 2018.

Menurut Gubernur Lemhanas RI Letjen Agus Widjojo, ada beberapa hal yang mendasar dan dalam mengimplementasikannya bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat atau peserta didik masing-masing sehingga sasarannya kali ini para tenaga pendidik.

Selain itu karena profesi yang mempunyai fungsi pendidikan dan semua itu berawal dari fungsi pendidikan nasional masyarakat.

“Yang pertama kita untuk menuju kepada tujuan memiliki ketahanan nasional itu,  berawal dari pendidikan, kedua adalah sebagai tenaga pendidik mereka sebagai fasilitator untuk mendefinisikan menyebarluaskan hasil-hasil dari pelatihan ini kepada para peserta didiknya di kemudian,” ungkap Agus Widjojo usai membuka Pelatihan Pengajar ToT Nilai-Nilai Kebangsaan, Selasa, (6/3/2018).

Diharapkan nanti para peserta didik setelah mendapatkan fasilitasi dan pelatihan daripada fasilitator ini bisa membantu untuk menyebarluaskan secara lebih luas ke masyarakat mengenai pentingnya menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan tersebut.

Menurutnya, untuk kondisi serta fungsi pendidikan itu akan selalu berjalan terus menyesuaikan dengan perkembangan keadaan dan tantangan yang dihadapi.

“Peserta didik dapat setelah mendapat fasilitasi dan pelatihan dari fasilitator untuk menyebarluaskan untuk kalangan pendidikan. fungsi pendidikan akan berjalan terus. Pendidikan akan berpikir bagaimana menyempurnakan menghadapi tantangan," kata Agus.

Setiap masa, setiap generasi akan mempunyai tantangannya sendiri sendiri sehingga dengan demikian, pendidikan akan selalu berfikir bagaimana untuk menyempurnakan pendidikan itu agar bisa memenuhi tantangan tantangan yang akan dihadapi,” urainya.

Ia menegaskan, nanti peserta didiknya juga mempunyai keterampilan serta kemampuan untuk menghadapi tantangan tersebut ketika sudah terjun ke masyarakat sesuai dengan pembekalan yang diberikan di lembaga pendidikan. Itulah kenapa pentingnya pendidikan dan kompetensi kemampuan dari para tenaga pendidik itu sendiri.

“Nah kalau masalah masuknya budaya luar yang dikhawatirkan akan mengikis nasionalisme, itu juga tidak sepenuhnya harus kita tangkal.

Semua kan kalau kita lihat sejarah Indonesia kilas balik ke masa lalu juga banyak juga kan kita katakan sebagai budaya luar yang akulturasi dan asimilasi, lalu kalau kita bisa bertanya budaya asli Indonesia yaitu sejak kapan dan yang mana kan gitu kita hanya menikmati pada tahun 2018 ini sebagai sebuah konsep budaya yang sudah jadi sebagai hasil dari proses yang bertahun-tahun,” ujarnya.

Jadi yang namanya globalisasi ini bukan hanya terjadi pada abad ke-21 tetapi sudah berjalan sejak perjalanan sejarah, oleh karenanya diperlukan juga kearifan dan kemampuan memaknai nilai-nilai kebangsaan yang memang perlu dipertahankan dan bisa menyesuaikan nilai-nilai kebangsaan itu untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cirri memudarnya batas-batas nasional.

“Kewenangan kita yang selama ini tidak bisa dicampur, tentu sekarang tidak bisa seperti itu, memudarnya batas-batas nasional itu terkandung peluang dan tantangan agar kita bisa melihat peluang itu serta memanfaatkannya sebaik mungkin,” terangnya.

Turut hadir Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Marta Taufiq, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Bimo Anggoro Seno MH, Deputi Pemantapan Nilai Nilai Kebangsaan Lemhanas RI Laksda TNI Dedi Yulianto, Deputi Pemantapan Transformasi Nilai Nilai Universal Lemhanas RI Brigjen Pol Drs Mulyatno SH MM.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved