Digital Banking Belum Sentuh Retail Kecil

Maraknya transaksi perbankan secara digital (digital banking) ternyata belum mampu menyentuh sektor usaha yang dikelola masyarakat secara keseluruhan.

Digital Banking Belum Sentuh Retail Kecil
net
ILUSTRASI 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Maraknya transaksi perbankan secara digital (digital banking) ternyata belum mampu menyentuh sektor usaha yang dikelola masyarakat secara keseluruhan.

Deputi Direktur Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Kantor Perwakikan Sumsel Muhammad Seto Pranoto mengatakan digital banking belum dapat optimal digunakan oleh masyarakat di Sumatera Selatan.

"Digital banking belum berdampak untuk masyarakat Sumsel secara keseluruhan. Contohnya untuk transaksi di retail kecil seperti di pasar atau di beberapa pengusaha UMKM atau pedagang kecil karena biasanya langsunng menggunakan uang yang beredar. Mereka pakai uang tunai," katanya pada Senin (05/03).

Hal tersebut, lanjut Seto, disebabkan oleh nilai transaksi yang tidak terlalu besar sehingga tak mengharuskan menggunakan transaksi via perbankan.

"Transaksi besar baru menggunakan non tunai. Beberapa ada yang sudah pakai tapi karena dirasa kurang praktis karena transaksinya kecil jadi kembali lagi menggunakan transaksi tunai dengan uang kartal," lanjut Seto.

Selain itu, sebagian masyarakat merasa tak perlu melakukan digital banking karena harus melakukan transaksi di mesin ATM padahal nilai transaksi kecil. Belum lagi jika transaksi keuangan yang menggunakan bank yang berbeda sehingga para pengusaha retail kecil harus menanggung biaya administrasi. "Utamanya adalah karena malas ke ATM karena transaksinya kecil dan juga ada biaya tambahan jika transaksi melalui bank yang berbeda," terang Seto.

Namun Seto optimistis dalam waktu tiga tahun ke depan transaksi perbankan secara digital (digital banking) akan mulai marak di Sumsel. " Tahun 2018 ini belum tapi tiga tahun ke depan sudah akan mulai ramai apalagi baru-baru ini sudah ada bank BUMN yang mengeluarkan aplikasi perbankan di Smartphone. Itu akan menjadi salah satu sarana yang menjadikan digital banking akan menjadi sarana transaksi lain di masa depan," ujar Seto menutup wawancara.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help