Petani Murung, Harga Karet Turun Hujan Juga Ikut Turun

Turunnya harga getah karet dibarengi juga dengan datangnya musim hujan, dimana seminggu terakhir ini cuaca kurang bersahabat.

Petani Murung, Harga Karet Turun Hujan Juga Ikut Turun
SRIPOKU.COM/LENI JUWITA
Suasana petani karet saat menimbang getah karet di Desa Singapura, Kecamatan Semidangaji, Kabupaten OKU, beberpaa waktu yang lalu. 

SRIPOKU.COM, BATURAJA -- Petani kini sedang murung lantaran harga karet turun dan hujan juga turun,

“Sudah harga karet turun, musim hujan pun turun, dak biso nyadap,” keluh petani keret diwilayah Kecamatan Semidangaji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan.

Seperti dituturkan sejumlah petani karet kepada Sripoku.com, Minggu (4/3/2018), karet yang ditimbang dua minggu turun, sebelumnya dari Rp. 8.300, turun menjadi Rp. 8.100/kg.

Turunnya harga getah karet dibarengi juga dengan datangnya musim hujan, dimana seminggu terakhir ini cuaca kurang bersahabat.

Hujan sudah turun bahkan sejak pagi hari sehingga petani tidak bisa menyadap karet.

Sebab apabila dipaksakan akan sia-sia karena getah karet tidak bisa dibeku dan lagi, menyadap karet dimusim hujan akan membuat pohon karet rusak dan mati kulit buntutnya, hal ini membuat pohon karet akan mati pelan-pelan.

===

Disisi lain, harga kebutuhan pokok memang tidak pernah ada turunnya.

Harga  gula saja sudah diatas Rp. 13.000/kg.

Belum lagi harga kebutuhan sehari-hari lainnya.

Derita petani karet memang belum akan berakhir karena petani masih harus bersabar untuk menunggu kenaikan harga karet.

Ironisnya apabila getah karet sudah naik sedikit saja, tidak alam kemudian turun drastic.

Kondisi ini membuat petani frustasi dan tidak ada gairah lagi untuk berkebun karet.

Namun  tidak ada pilihan lain, apalagi di OKU komoditas karet meurupakan tanaman primadona. (Sripoku.com/Leni Juwita)

===

Penulis: Leni Juwita
Editor: Ahmad Sadam Husen
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help