Perayaan Cap Go Meh Tahun Ini Seru Banget

Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro memang dinantikan masyarakat umum khususnya Etnis Tionghoa, Rabu (28/2).

Perayaan Cap Go Meh Tahun Ini Seru Banget
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Masyarakat yang datang untuk sembahyang dan berziarah dimakam Siti Fatimah. Rabu (27/2) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro memang dinantikan masyarakat umum khususnya Etnis Tionghoa, Rabu (28/2).

Berbagai etnis masyarakat bahkwan ada yang dari luar negeri ramai datang dan berkumpul di Pulau Kemaro untuk menghadiri  perayaan Cap Go Meh.

Dihiasi dengan ornamen-ornamen khas Tionghoa membuat pulau legendaris itu menjadi lebih berwarna, ditambah dengan pertunjukan barongsai dan musik yang menghibur masyarakat disana.

Ada ritual yang unik dari perayaan Cap Go Meh yaitu, Kurban Kambing Hitam yang mengartikan sebuah penghormatan kepada Siti Fatimah yang menjadi legenda di Pulau Kemaro.

Sebelum disemblih kambing yang akan dipotong diajak keliling kelenteng, kambing itu pula mengartikan sebuah nazar yang mana seorang sudah berjanji apabila sebuah usaha mereka berhasil maka akan memotong kambing.

"Itu sebuah nazar dan persembahan, terus dari darah kambing itu dioleskan dengan uang, hanya tradisi saja bukan untuk yang lain-lain,"Jelas Anam.

Daging kambing itu pula akan dibagi-bagi kepada masyarakat sekitar ataupun dimasak dan dimakan bersama khususnya untuk panitia.

Pada malam puncak Cap Go Meh, Pulau Kemaro meriah karena pesta kembang api dan menerbangkan lampion, serentak para pengunjung kaget mendengar letusan kembang api dan terkagum-kagum melihat lampion yang berterbangan diudara.

"Cap Go Meh tahun ini seru banget, berbeda seperti tahun sebelumnya, pokoknya the best deh,"ujar Bila seorang mahasiswi Palembang.

Datang ke Pulau Kemaro bukan hanya untuk beribadah dan berziarah ke makam Siti Fatimah tetapi juga mencicipi makanan dan minuman yang ada.

Puluhan stand makanan dan minum yang tersedia dengan beragam ciri khas masing-masing, para penjual berkeliling pulau menawarkan menu yang mereka sediakan.

"Kita sendiri bingung mau makan sama minum apa soalnya banyak sekali, ini perut sudah sampai buncit dari tadi makan terus,"jelas Arnold seorang warga keturunan Tionghoa. (mg4)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help