Pendiri Microsoft: Mata Uang Virtual Mematikan

Semua orang tahu bahwa Bill Gates, pendiri Microsoft, adalah salah satu orang terkaya di dunia. Akan tetapi, apakah Gates juga tergiur

Pendiri Microsoft: Mata Uang Virtual Mematikan
publishtoday.us
Bill Gates, pendiri Microsoft. 

SRIPOKU.COM , NEW YORK - Semua orang tahu bahwa Bill Gates, pendiri Microsoft, adalah salah satu orang terkaya di dunia. Akan tetapi, apakah Gates juga tergiur menambah kekayaan dengan memiliki mata uang virtual?

Berita Lainnya:  Setelah Inggris, Giliran Taiwan Digemparkan Perampokan Bitcoin Senilai Rp 2,3 Miliar

Ternyata jawabannya tidak. Bahkan, tampaknya ayah tiga anak ini tidak memiliki pandangan yang baik terhadap mata uang virtual.

Mengutip Business Insider, Kamis (1/3/2018), melalui unggahan pada Reddit, Gates meyakini bahwa anonimitas pada mata uang virtual bukanlah hal yang baik.

Selain itu, masyarakat akan memeroleh manfaat apabila pemerintah dapat mengidentifikasi pencuci uang, penghindar pajak, dan orang-orang yang mendanai kegiatan terorisme.

"Fitur utama mata uang virtual adalah anonomitasnya. Saya rasa itu bukan hal yang baik," jelas Gates.

Suami dari Melinda tersebut juga mengungkapkan, hal yang bagus adalah ketika pemerintah mampu menemukan pelaku pencucian uang, penghindaran pakak, dan pemberi dana terhadap teroris.

Tidak hanya itu, Gates pun menyebut mata uang virtual memiliki risiko yang mematikan.

" Mata uang virtual menyebabkan kematian dengan cara yang cukup cepat," tegasnya.

Gates memberi contoh, saat ini mata uang virtual dengan mudah digunakan untuk membeli obat-obatan terlarang.

Dengan demikian, ia menyimpulkan bahwa mata uang virtual merupakan teknologi langka yang menimbulkan kematian dengan cepat pula.

"Saya pikir gelombang spekulatif di sekitar ICO (penerbitan koin perdana) dan mata uang virtual sangat berisiko bagi mereka yang berada di dalamnya," tutur Gates.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
SumberBusiness Insider

 
// = 1800000) { // 30 Menit .reload(true); } else { setTimeout(refresh, 10000); } } setTimeout(refresh, 10000); })(); // ]]> // <\/scr"+"ipt>"); })(); // ]]>
Editor: Bedjo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help