Abu Tours palembang

Kemenag Ancam Bekukan Izin Operasional Abu Tours

Jemaah diimbau mempertimbangkan kembali maklumat Abu Tours untuk membayar ongkos tambahan dengan iming-iming diberangkatkan umrah.

Kemenag Ancam Bekukan Izin Operasional Abu Tours
SRIPOKU.COM/WAHYU KURNIAWAN
Sekjen Kemenag RI, Nur Syam saat memberikan tanggapan terhadap media tentang permasalahan Abu Tour. Kamis (1/3). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Izin operasional Abu Tours terancam dibekukan karena sedang bermasalah dan berhadapan dengan hukum.

Jemaah diimbau mempertimbangkan kembali maklumat Abu Tours untuk membayar ongkos tambahan dengan iming-iming diberangkatkan umrah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag), Nur Syam menyebut kasus Abu Tours hampir sama dengan First Travel yang menggelapkan setoran puluhan ribu jemaahnya. Hal inilah menjadi bahan pertimbangan Kemenag untuk membekukan izin operasionalnya.

"Bisa jadi dibekukan (izinnya), masih kita dalami dengan kajian mendalam,"Ujar Nur Syam di Palembang, Kamis (1/3).

Menurut dia, ada beberapa syarat biro travel umrah dibekukan atau pembatalan izin operasional. Diantaranya gagal memberangkatkan jemaah atau inkar janji dan menelantarkan jemaah, termasuk juga ongkos umrah jauh di bawah ketetapan pemerintah.

"Kami sangat-sangat menyesalkan kejadian ini. Umrah ini kan wilayah kesucian, tetapi malah merugikan jemaah, ini karena mentalitas para penyelenggara,"Jelasnya.

Nur Syam menambahkan, saat ini terdapat 700 biro travel yang terdaftar di Kemenag RI. Meski berstatus resmi, bisa saja travel umrah itu masih 'nakal' dalam operasionalnya.

"Sejak setahun terakhir, kita sudah bekukan izin sekitar 15 biro travel di bidang yang sama. Kemungkinan masih ada, masih adalah, terus kita pantau 700 travel itu, lagi kita verifikasi,"Jelasnya.

Terkait maklumat Abu Tours yang meminta ongkos tambahan agar jemaah diberangkatkan, Nur Syam mengaku terus memantau perkembangannya.

Meski demikian, jemaah tetap diimbau mempertimbangkan kembali agar tidak menambah kerugian.

"Kewaspadaan kita semua karena pengalaman kita dapatkan First Travel yang lalu, mereka minta tambahan dengan dalih seperti ini, itu. Kita terus pantau ya agar tidak ada lagi manipulasi,"Ujarnya.(mg4)

Penulis: Wahyu Kurniawan
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help