Digerebek Polisi, Ahmad Fajri Buang Dompet Berisi 29 Butir Narkoba Jenis Pil Ekstasi

Saat hendak diringkus, pelaku membuang sebuah dompet kecil sambil berupaya melarikan diri.

Digerebek Polisi, Ahmad Fajri Buang Dompet Berisi 29 Butir Narkoba Jenis Pil Ekstasi
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Ahmad Fajri, pengedar Narkoba jenis Sabu-sabu dan Ekstasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ahmad Fajri (28), tak berkutik dan hanya pasrah ketika posisinya sudah dikepung petugas.

Fajri dibekuk petugas atas kepemilikan narkoba di kediamannya Desa Paya Lingkungan Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim, Selasa (27/2) pukul 14.30.

Dari hasil penangkapan, petugas dari Unit II Subdit 3 Ditres Narkoba Polda Sumsel mendapatkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Diduga Fajri merupakan bandar narkoba di wilayah Gelumbang.

Informasi dihimpun, bermula petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa sering terjadi transaksi narkoba di lokasi.

"Setelah menyelidiki selama tiga hari, kami mendapat kepastian bahwa target benar-benar menjual narkoba di kawasan tersebut," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol R Juni, Rabu (28/2).

Pihaknya pun segera menggerebek pelaku. Saat hendak diringkus, pelaku membuang sebuah dompet kecil sambil berupaya melarikan diri.

Namun pelaku tak bisa mengelak dan akhirnya diringkus.

Saat diperiksa, di dompet yang dibuangnya tersebut terdapat narkoba jenis ekstasi sebanyak 29 butir warna hijau.

Kemudian petugas menggeledah rumah tersangka dan didapatkan barang bukti lain.

Barang bukti tersebut yakni sembilan paket shabu dengan berat bruto 7.09 gram, enam paket shabu berat bruto 1.70 gram 29 paket shabu berat bruto 0.35 gram.

Lalu satu buah timbangan warna hitam, enam ball plastik klip transparan, dua alat hisap shabu bong, serta satu buah korek api gas.

Kepada petugas, diakui Fajri bahwa sabu dijualnya dengan harga yang bervariasi tergantung besaran paket. Untuk paket kecil seberat 1,7 gram dijualnya Rp100.000 per paket.

Sementara untuk sabu paket sedang berukuran 7,35 gram dijualnya seharga Rp1,2 juta.

Sementara yang paket 0,35 dijual seharga Rp70.000 per paket. "Saat ini tersangka masih kami periksa untuk pendalaman, dan mengetahui asal usul barang dan jaringannya," ujar Juni.(bew)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved