Daftar Kartu Seluler Diberi Batas Akhir Sampai 15 Maret, Setelah Itu Diblokir

Setiap orang hanya diperbolehkan untuk memiliki tiga nomor telepon, ketiga nomor tersebut wajib untuk didaftarkan.

Daftar Kartu Seluler Diberi Batas Akhir Sampai 15 Maret, Setelah Itu Diblokir
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kabid Pengelolaan Informasi Publik, Kominfo Sumsel, Amrullah MN 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebagai upaya untuk mendapatkan data base pengguna yang akurat, Mulai 31 Oktober 2017 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mewajibkan registrasi kartu prabayar menggunakan NIK yang ada di KTP dan nomor KK.

Hal ini berlaku baik untuk pengguna kartu prabayar baru maupun lama.

"Seharusnya memang pengguna sudah mendaftarkan kartunya, karena batas akhir pendaftaran di 28 Februari kemarin. Apabila sampai dengan tanggal tersebut belum melakukan registrasi, maka diberi waktu 15 hari atau sampai 15 Maret," jelas Kabid Pengelolaan Informasi Publik, Kominfo Sumsel, Amrullah MN, Rabu (28/2/2018).

Lanjutnya, Bila masih belum juga, maka akan dilakukan pemblokiran untuk panggilan keluar dan pengiriman SMS keluar. "Jadi selama itu hanya bisa terima telpon dan sms saja, untuk internet masih tetap bisa," jelasnya.

Amrullah menghimbau, selama kurun waktu 15 hari itu, pengguna yang belum terdaftar, segeralah untuk mendaftarkan kartu prabayar yang digunakan, caranya dengan mendatangi gerai-gerai provider.

Providerlah yang akan membantu untuk pengurusan perpanjangan.

"Nah, kalau lewat dari tenggat waktu yang sudah diberikan, 15 hari berikutnya belum mendaftar akan diblokir tidak bisa melakukan panggilan keluar maupun mengirim pesan singkat keluar. Dan terakhir, akan diblokir seluruh layanan, termasuk data internet," jelasnya.

Amrullah mengatakan, kewajiban untuk melakukan registrasi ini tertuang pada surat keputusan Nomor 12/2016 terkait registrasi pelanggan jasa telekomunikasi.

"sudah peraturan menteri, artinya untuk menghindari berita hoax, dari pihak tak bertanggung jawab, Semua data terjamin oleh pemerintah tidak akan disalahgunakan," ujarnya.

Diungkapkan Amrullah, setiap orang hanya diperbolehkan untuk memiliki tiga nomor telepon, ketiga nomor tersebut wajib untuk didaftarkan.

"Kalau nomor baru memang diwajibkan untuk daftar," katanya.

Sementara itu, Mustofa, salah seorang pengguna provider XL Axiata mengaku cukup kesulitan untuk mendaftarkan nomor handphonenya sebab usai melakukan registrasi dirinya tak memperoleh notifikasi keberhasilan registrasi.

"Makanya, karena ga bisa saya ke Graha XL untuk didaftarkan," ujarnya.

Dirinya mengaku, takut jika nomor handphone pribadinya harus terblokir mengingat nomor tersebut sudah lama digunakan serta banyak teman, sahabat dan relasi yang mengetahuinya.

"Saya pikir Hoax, ternyata benar makanya baru sempat daftar di akhir-akhir ini," tuturnya. (cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved