Abu Tours Palembang

Kapolda Sumsel: Proses Hukum Abu Tours Terus Berlanjut Ada Dugaan TPPU

"Berangkat umrah adalah hak para jemaah yang sudah membayar. Namun proses hukum masih berjalan," ujarnya.

Kapolda Sumsel: Proses Hukum Abu Tours Terus Berlanjut Ada Dugaan TPPU
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, saat ini penyidik sudah bisa membuktikan bahwa uang-uang para calon jemaah umrah digunakan bukan untuk memberangkatkan umrah, namun untuk hal lain.

Kapolda enggan menjelaskan apa hal lain tersebut karena masih dalam penyelidikan.

Jenderal bintang dua ini mengatakan,  proses penyelidikan masih berlangsung, namun pihak Abu Tours menunjukkan itikad baik dengan memberangkatkan jemaah umrah atau mengembalikan uang, bukan berarti penyelidikan dihentikan.

Pihaknya masih terus memproses karena bukti semakin kuat menunjukkan adanya penyelewengan uang jemaah yang dipergunakan untuk hal lain tersebut.

"Kalau ada itikad baik, silakan, itu lebih bagus karena sesuai dengan janjinya. Berangkat umrah adalah hak para jemaah yang sudah membayar. Namun proses hukum masih berjalan," ujarnya.

Kapolda menjelaskan, setiap harinya masih banyak korban yang melaporkan perkara tersebut ke Polda Sumsel. Kanwil Kemenag Sumsel pun telah menyatakan bahwa operasional Abu Tours di Palembang tak memiliki izin yang legal.

Dua hal ini lebih dari cukup untuk Polda Sumsel meneruskan proses penyelidikan.

"Kami mengerti banyak pihak yang mungkin bertanya-tanya, mengapa kami lambat menangani kasus ini. Saya jelaskan, untuk membangun kontruksi hukum atas kasus ini tidak mudah dan memakan waktu yang lama. Terlapornya pun tidak berada di Palembang, di Makasar pun belum tentu ada. Bahkan tidak diketahui keberadaannya," ujar Zulkarnain.

Selain adanya dugaan praktek penipuan dan pengembangan uang jemaah, pihaknya pun terus mendalami adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara ini.

Kasubdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro mengatakan, pihaknya membawa satu kantong besar berisi berkas terkait dengan data-data transaksi dan data jemaah Abu Tours dari hasil penggeledahan.

Petugas tidak membawa paspor jemaah yang berada di kantor tersebut karena akan digunakan Abu Tours apabila rencananya akan memberangkatkan jemaah dalam waktu dekat.

Suwandi mengatakan, setelah adanya penggeledahan ini maka pihaknya akan segera melengkapi berkas untuk melakukan gelar perkara dan untuk diajukan ke pengadilan.

Pihaknya pun telah memeriksa empat orang pegawai Abu Tours di hari yang sama. Kedatangan empat pegawai Abu Tours itu sesuai dengan surat panggilan yang sudah dilayangkan Polda Sumsel pada pekan lalu.

"Tercatat saat ini ada sekitar 650 pelapor dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 6,5 miliar. Bos Abu Tours sendiri direncanakan akan dipanggil dan dilakukan pemeriksaan dalam waktu dekat. Sejauh ini belum ada yang jadi tersangka," ujarnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help