Musirawas

Enam Ribuan ASN Pemkab Musirawas akan Diikutkan Program BWI

Jika sudah mapan maka akan diserahkan kepada para alim ulama bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengelolanya.

Enam Ribuan ASN Pemkab Musirawas akan Diikutkan Program BWI
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Pengurus BWI Kabupaten Musirawas foto bersama dengan Bupati Musirawas Hendra Gunawan beserta jajarannya, usai audiensi. 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Jajaran pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Musirawas audiensi dengan Bupati Musirawas Hendra Gunawan beserta jajarannya.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Musirawas Hendra Gunawan mengatakan, salah satu komitmen yang nanti akan dilakukan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Kabupaten Musirawas kurang lebih sekitar enam ribu ASN akan ikut serta program-program yang akan dilaksanakan oleh BWI.

Karena itu yang harus dilakukan adalah menyiapkan dari segi administrasi, mulai dari regulasi atau aturan-aturan lainnya yang harus dipersiapkan.

"Kedepannya, nanti saya mohon kepada Kakan Depag susun program-program yang mendukung program darusalam. Tidak hanya masalah wakaf, tetapi kita belajar dengan daerah-daerah lain seperti Kota Palembang yang sekarang ada program sholat subuh berjamaah bagi para pegawai ASN” kata Hendra Gunawan.

Sementara Kakan Depag Kabupaten Musirawas H Hermadi mengatakan, BWI Kabupaten Musirawas merupakan BWI pertama yang dibentuk diwilayah Sumsel.

Pihaknya sudah berkordinasi dengan Kanwil Depag Sumsel di Palembang, BWI Musirawas ini nantinya akan dilaunching sebagai BWI pertama di Sumsel.

"Kami berharap, dengan dibentuknya BWI Kabupaten Musirawas kedepan akan banyak sekali tugas-tugas yang akan dilakukan. Seperti pendataan tanah-tanah wakaf yang sampai saat sekarang masih banyak tanah wakaf belum bersertifikat dan lokasinya tidak jelas. Antara lain dikarenakan banyak petugas nazhir yang sudah meninggal sehingga data yang ada banyak yang tidak tau," katanya.

Dikatakan, sampai sejauh ini masih banyak kendala yang dihadapi BWI Musirawas. Seperti belum adanya kantor sekretariat. Sehingga diharapkan bantuan pemerintah daerah, untuk menyediakan kantor sekretariat tersebut.

Dijelaskan, saat ini keanggotaan BWI masih melibatkan ASN dilingkungan Pemkab Musirawas.

Namun kedepan, jika sudah mapan maka harapannya akan diserahkan kepada para alim ulama bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengelolanya.

“Kedepan harapan kami para nazhir yang ada diwilayah Kabupaten Musirawas akan segera dilantik kembali. Dan akan kami bina dalam hal mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf. Karena para nazhir inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan wakaf didalam masyarakat," ujarnya.

Perwakilan Bank SumselBabel Syariah, Helda Suryati yang turut hadir dalam audiensi tersebut mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan BWI Kabupaten Musirawas yang nantinya ditunjuk sebagai sentral rekening wakaf uang.

"Kami siap kerjasama mengelola wakaf uang BWI Kabupaten Musirawas yang nantinya akan membuka rekening tabungan di BSB Syariah. Kami akan siap mensuport dalam hal sosialisasi baik berupa selebaran, baleho ataupun banner-banner. Sedangkan untuk penyetoran uang wakaf dalam hal administarsi akan kami permudah, bila perlu kami akan jemput bola ke desa-desa," ujarnya. (ahmad farozi)

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help