Pemilihan Bupati Empatlawang

Bawaslu Masih Kaji Rencana Kepindahan Lokasi Debat Paslon Empatlawang

Bawaslu Masih Kaji Rencana Kepindahan Lokasi Debat Paslon Empatlawang Masih Kaji Rencana Kepindahan Lokasi Debat Paslon Empatlawang

Bawaslu Masih Kaji Rencana Kepindahan Lokasi Debat Paslon Empatlawang
SRIPOKU.COM/AWIJAYA
Deklarasi kampanye damai calon bupati dan wakil bupati 2018 Kabupaten Empatlawang diwarnai aksi lempar kursi,Minggu (18/2/2018) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel masih akan mengkaji rencana KPU Empatlawang yang akan memindahkan acara Debat Paslon di luar Empatlawang.

Menurut Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi SE MSi yang terpenting lokasinya steril.

"Nanti kita lihat sama-sama. Akan kita kaji dulu.

Ada kemungkinan bisa dipindahkan. Atau betul-betul steril tanpa melibatkan tim kampanye atau relawan.

Yang penting steril di lokasi, mau tetap di Empatlawang atapun mau dipindah ke Palembang," ungkap Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi SE MSi usai apel Tim Satgas di Halaman Kantor Bawaslu Sumsel Jl Gubernur H Bastari Komplek Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring, Sabtu (24/2/2018).

Menyinggung tragedi kericuhan pada Deklarasi Damai yang digelar KPU Kabupaten Empatlawang hingga melukai Cabup H Joncik Muhammad, Junaidi mengaku hanya melakukan teguran ke lembaga pemilu di Empatlawang.

"Kita berikan teguran lisan. Karena itu lebih banyak unsur pidananya, perorangan. Kita sudah ngomong memberikan masukan kepada Empatlawang bahwa itu kelalaian tapi tanpa diperhitungkan kamarin itu.

Karena aparat keamanan sudah ado galo," kata Dosen UKB (Universitas Kader Bangsa).

Dari kronologis kejadian semestinya dalam Deklarasi Damai itu Paslon tidak diberikan kesempatan calon itu untuk ngomong. Tetapi Empatlawang mungkin diberi ngomong itu dinilainya sebuah kelalaian.

"Kan di situ letak awal kericuhan. Pasangan 1 ngomong, pasangan 2. Pasangan 2 ngomong, ribut pasangan 1.

Nah ketika pasangan 2 ngomong terjadilah saling lempar itu.

Kita berharap kedepan tidak ada lagi nantinya, kan nanti ada penyampaian visi dan misi.

Penyampaian visi misi nanti kita berharap tidak ada yang namanya tim kampanye atau tim pedukung yang masuk. Biarkan yang mendengarkan itu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh pemuda," ujar mantan komisioner KPU Pagaralam.

Empatlawang ini berdasarkan IKP (Indeks Kerawanan Pemilu) yang dikeluarkan Bawaslu itu nomor 1 se-Sumsel. Termasuk pihak kepolisian sudah mengeluarkan Indeks Kerawanan.

Dan kalau tidak salah dari kepolisian sudah menempatkan indeks kerawanan Empatlawang nomor 3. Pagaralam versi kepolisian yang justru nomor 1.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help