Abu Tours Palembang

Agen Abu Tours Dilaporkan Calon Jemaah Umroh ke Polda Sumsel

Nur Yana bersama empat anggota keluarga lainnya hendak menggunakan jasa DW untuk berangkat umroh dengan Abu Tours.

Agen Abu Tours Dilaporkan Calon Jemaah Umroh ke Polda Sumsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA/DOKUMEN
Sejumlah warga yang merupakan calon jemaah umroh yang gagal berangkat ketika mendatangi Kantor Abu Tours di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Kecamatan IB I Palembang, Selasa (13/2/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Para agen dari travel umroh Abu Tours mulai dilaporkan ke Polda Sumsel.

Salah satunya adalah DW yang dilaporkan oleh salah satu calon jemaah umroh, Nur Yana (57) ke SPKT Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang, Rabu (21/2).

Dalam laporannya, Nur Yana bersama empat anggota keluarga lainnya hendak menggunakan jasa DW untuk berangkat umroh dengan Abu Tours.

Terlapor DW merupakan tetangga dari adik Nur. Karena merasa percaya dan telah kenal lama, Nur dan keluarganya pun akhirnya setuju untuk berumroh dengan Abu Tours lewat agen DW.

"Awalnya kami kasih DP Rp5 juta per orang, jadi total Rp25 juta pada 10 Januari 2017 lalu. Lalu pada pembayaran kedua 18 Mei 2017, kami melunasi biaya umroh dengan total yang kami kasih sudah Rp93,5 juta untuk lima orang," ujarnya.

Nur dijanjikan berangkat umroh oleh DW pada 10 Januari 2018. Namun hingga kini mereka tak kunjung berangkat, senasib dengan ratusan korban lainnya yang sudah melapor ke Polda Sumsel.

"Saya mencoba bicara baik-baik namun dia malah berbicara dengan nada tinggi sambil ngomong 'saya juga lagi pusing'," ungkapnya menirukan perkataan terlapor.

Tak lama kemudian, Nur dan keluarganya menanyakan kepada terlapor perihal keberangkatan umrah jamaah Abu Tours yang kini banyak yang belum diberangkatkan.

"Terakhir saat ramai-ramainya korban melapor ke Polda Sumsel kami mengajak terlapor agar menjelaskan kepada pihak kepolisian. Tetap dia tidak mau dan menantang akan hadir ke polisi jika ada laporan. Dari itulah kami akhirnya melapor," ujarnya.

Terakhir kali berhubungan dengan terlapor, diungkapkan Nur, terlapor bukanya merealisasikan janjinya namun malah meminta uang tambahan Rp15 juta per orang untuk bisa berangkat umroh.

"Katanya itu permintaan dari Abu Tours-nya. Kami tidak mau, makanya melapor saja. Saya harap uang saya masih bisa kembali atau kami bisa berangkat umroh," jelasnya.

Kasubdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suwandi Prihantoro mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pelaporan jemaah terhadap agen, sebagaimana laporan lainnya.

"Untuk penentuan tersangka dari hasil gelar perkara yang nanti. Setelah semua pemeriksaan awal selesai baru ada tersangka," ujarnya.

Pihaknya pun masih memburu pimpinan dan karyawan Abu Tours cabang Palembang untuk dimintai keterangannya.

Saat ini Polda Sumsel sudah melayangkan surat panggilan pemeriksaan namun belum satupun karyawan Abu Tours yang memenuhi panggilan tersebut. (bew/mg4)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help