Atasi Permasalahan Listrik, Pemkab Muba Bentuk Tim Pemantau Gangguan Saluran PLN

Masyarakat harus bisa mengambil keputusan yang bijak untuk mengizinkan PT PLN menuntaskan pembangunan jaringan SUTM.

Atasi Permasalahan Listrik, Pemkab Muba Bentuk Tim Pemantau Gangguan Saluran PLN
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Wakil Bupati (Plt) Bupati Muba, Beni Harnedi

SRIPOKU.COM, SEKAYU--Sering terjadinya permasalahan listrik padam yang disebabkan pohon tumbang dan gangguan alam lainnya, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat dengan bakal membentuk tim pembersih dan pemantau listrik.

Tim yang bakal dibentuk tersebut berfungsi menjaga dan membersihkan aliran listrik agar terhindar dari gangguan.

"Ya, permasalahan listrik di Muba ini sudah berangsur membaik dimana suplai listrik di Muba ada dari Gardu Induk (GI) Betung-Sekayu dan pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) GI Sungai Lilin. Selain itu saat ini sedang dalam proses pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) yang dipusatkan di Desa Margo Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya,"kata Plt Bupati Muba Beni Hernedi.

Lanjutnya, pusat-pusat energi listrik tersebut handaklah dijaga dan selalu diawasi. Oleh karena itu, Pemkab Muba berencana bakal membentuk tim pembersihan tanaman yang menganggu dan pemantau objek seperti tower agar terhindar dari kasus pencurian.

"Kita akan segera merapatkan barisan untuk melakukan gerakan pembersihan tanaman yang menganggu di tiang listrik, kita tidak ingin lagi penyebab listrik mati disebabkan oleh pohon tumbang dan lainnya. Kita akan minta aparat desa dan tokoh masyarkat untuk senantiasa mengawasi tower-tower listrik yang ada di desa dan kecamatan agar tidak hilang dicuri," ungkapnya.

Sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muba menggenjot infrastruktur listrik, nyata saat permasalahan listrik yang ada di Muba perlahan dapat segera teratasi.

Bahkan Beni, turun langsung menemui masyarakat yang meminta ganti rugi untuk pembangunan tower SUTM.

"Kemarin saya turun langsung menemui masyarakat di Balai Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin, mereka menginginkan ganti rugi atas 1185 tanam tumbuh yang dilalui jalur ROW SUTM. Pada dasarnya tidak ada ganti rugi dan tidak ada aturannya, jadi saya meminta pihak PT PLN dan masyarakat untuk berkompromi. Kita ingin permasalahan segera selesai," ujarnya.

Masyarakat harus bisa mengambil keputusan yang bijak untuk mengizinkan PT PLN menuntaskan pembangunan jaringan SUTM.

"Pembangunan jaringan listrik ini tujuannya untuk menstabilkan layanan listrik kita. Untuk solusinya kita akan cari tetapi tidak pula ganti rugi,"jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved