Harga Karet Anjlok, Warga Muratara Lirik Bidang Pertanian. Mau Mulai Usaha Permasalahan Ini Muncul

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara, H Daud, meminta pemerintah un

Harga Karet Anjlok, Warga Muratara Lirik Bidang Pertanian. Mau Mulai Usaha Permasalahan Ini Muncul
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Tampak sejumlah petani yang sedang mengangkut hasil panen dan dijual ke pengepul. Meskipun harga karet turun petani masih tetap panen untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara, H Daud, meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan bidang pertanian di Kecamatan Ulu Rawas.

Sebab, kini bidang pertanian merupakan salah satu solusi meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,ditengah anjloknya harga komoditas karet saat ini.

Namun katanya, dalam perkembangannya masyarakat Ulu Rawas mengeluhkan hama babi yang menyerang lahan pertanian yang mereka garap. Karena itu, masyarakat mengharapkan bantuan pemerintah untuk membasmi hama babi tersebut.

"Kami minta bantuan racun babi, kepada dinas pertanian. Supaya lahan pertanian masyarakat terjaga dari hama babi.

Contohnya, bibit aren dan bibit pisang bantuan dari Dinas Pertanian Pemkab Muratara yang ditanam masyarakat, banyak yang rusak akibat diserang hama babi," ujarnya, saat menghadiri musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan Ulu Rawas di aula kecamatan setempat, Kamis (15/2/2018).

Pihak Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan, Kamis (15/2/2018).
Pihak Kecamatan Ulu Rawas Kabupaten Muratara menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan, Kamis (15/2/2018). (SRIPO/AHMAD FAROZI)

Selain meminta bantuan untuk pemusnah hama babi, ia juga meminta agar pihak pemerintah menertibkan pengangkut kayu ilegal yang merusak jalan diwilayah mereka.

Bila perlu ungkapnya, bikin aturan perjalanan angkutan kayu kembali melalui sungai bukan jalur darat.

"Sangat sayang baru dibangun setahun dua tahun, jalan kami sudah rusak, akibat angkutan kayu," katanya.

Warga lainnya, Ali Sanusi mengungkapkan, agar pemerintah lebih memerhatikan bidang pendidikan di Uku Rawas.

Baik menyangkut sarana dan prasarana pendidikan, maupun tenaga pengajarnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Odi Aria Saputra
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help