Abu Tours Palembang

Kepolisian Terus Selidiki Kasus Abu Tours, Kapolda Sumsel: Agennya Bisa Dipidanakan

Penyidik terus memburu pegawai yang pernah berkantor di kantor cabang Abu Tours Palembang di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang.

Kepolisian Terus Selidiki Kasus Abu Tours, Kapolda Sumsel: Agennya Bisa Dipidanakan
Sripoku.com/Yandi Triansyah
Calon jemaah Abu Tour Palembang menunggu kedatangan pihak Abu Tour di Kantor Cabang, Jumat (9/2/2018) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel terus melakukan penyelidikan terhadap kasus Abu Tours yang diduga telah melakukan penipuan, penggelapan dan TTPU terhadap para calon jemaah umroh.

Saat ini, sudah terdata sebanyak 162 jemaah calon umroh yang menjadi korban Abu Tours yang gagal berangkat.

Penyidik dari Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel terus menerima laporan dari jemaah yang gagal berangkat di posko yang telah dibuka.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, bila saat ini penyidik terus melakukan penyelidikan untuk menyelesaikan kasus dugaan penipuan dari biro perjalanan Abu Tours.

"Kalau agen dari Abu Tours, sebenarnya bisa dipidana. Karena, agen itu membujuk dan mengarahkan untuk berangkat menggunakan Abu Tours. Tetapi, sampai saat ini para calon jemaah masih melaporkan Dirut dan manajemen Abu Tours. Belum ada yang melaporkan agen," ujar jenderal bintang dua ini saat ditemui usai acara pemusnahan nakorba, Kamis (15/2).

Para calon jemaah umroh Abu Tours terus berdatangan ke posko pengaduan korban dari biro perjalanan haji dan umroh ini.

Penyidik yang menerima, hanya bisa mendata dan mengambil keterangan serta meminta bukti-bukti untuk penyelidikan yang dilakukan saat ini.

Selain itu, penyidik juga akan melakukan koordinasi dengan Kemenag dengan mengirim surat untuk meminta regulasi terkait keberangkatan umroh serta mendatangi bank tempat para calon jemaah menyetor guna membekukan rekening milik Abu Tours.

"Polisi masih menunggu surat dari pengadilan untuk menggeledah kantor Abu Tours. Tidak boleh menggeledah tanpa ada surat izin dari pengadilan, itu namanya melanggar hukum. Masa, mau menegakan hukum malah melanggar hukum," jelas lulusan Akabri 1985 ini.

Selain itu, penyidik juga terus memburu pegawai yang pernah berkantor di kantor cabang Abu Tours Palembang di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang.

Meski informasi yang diperoleh, manajemen Abu Tours hanya memindahkan dokumen bukan memindahkan asetnya, tetapi penyidik tidak percaya begitu saja. Karena, saat ini semua karyawan Abu Tours Cabang Palembang sudah tidak diketahui lagi keberadaanya. (bew/mg4)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help