SriwijayaPost/

Warga Desa Penyandingan Tanjung Agung Tuntut Kembalikan Lahan Rimba Desa

Luas lahan Rimba Desa 47,44 hektare, seluas 20 hektare diduga telah diperjualbelikan tanpa sepengetahuan masyarakat Desa.

Warga Desa Penyandingan Tanjung Agung Tuntut Kembalikan Lahan Rimba Desa
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Puluhan warga Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, yang didampingi Tim 19, melakukan musyawarah dengan manajemen PT SBP di gedung DPRD Muaraenim, Selasa (13/2). 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Puluhan warga Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim yang didampingi Tim 19, meminta lahan Rimba Desa Penyandingan yang sedang dikelola PT SBP untuk dikembalikan ke Desa.

Pasalnya dalam proses gantirugi tidak diketahui oleh masyarakat Desa Penyandingan.

"Kami minta masalah ini diperjelas dahulu, baru menyelesaikan selanjutnya," ujar Ketua Tim 19 Kusnain Edi yang didampingi Kades Penyandingan Kaidi pada rapat musyawarah yang difasilitasi DPRD Muaraenim, di gedung DPRD Muaraenim, Selasa (13/2/2018).

Dalam rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Muaraenim Muzakir, Ketua DPRD Aries HB, Ketua Komis I DPRD Faizal Anwar, Direksi PT SBP Iskandar Maliki dan GM HR GA Corp dan Affairs Adrian Sartikon, Camat Tanjung Agung Saprioma, Kades Penyandingan Saidi, Tim 19 dan instnasi terkait.

Menurut Kusnain, bahwa lahan rimba desa yang merupakan milik desa diduga telah diperjualbelikan oleh oknum warga desa Penyandingan yang bekerjasama dengan perangkat desa sebelumnya.

Adapun lahan Rimba Desa seluas 47,44 hektar, dimana seluas 20 hektar diduga telah diperjualbelikan tanpa sepengetahuan masyarakat Desa Penyandingan. Lahan tersebut, hingga saat ini sudah menjadi areal tambang,

"Tanah yang diperjualbelikan ini adalah milik desa, bukan tanah kepala desa, perangkat desa dan lain-lain. Selama ini tidak ada kesepakatan. Kami ingin ini diselesaikan dan tidak berlarut-larut," tambah Saidi.

Direksi PT SBP Iskandar Maliki, bahwa pihaknya mengantongi IUP di wilayah Desa Penyandingan tahun 2013. Dan pihaknya telah melakukan pengukuran sebanyak 110 hektar, yang sebagian besar seluas 97,5 hektar telah dibebaskan dan selebihnya masih dalam proses negoisasi.

Mengenai ada lahan yang kami bebaskan termasuk didalam lahan Rimba Desa Penyandingan, benar-benar tidak tahu, sebab kami mendapatkannya dengan cara membeli dengan bukti surat-surat.

"Kami siap melakukan musyawarah, jika salah dikami dimana, kita ingin solusi yang terbaik," ujar Iskandar.

Halaman
12
Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help