SriwijayaPost/

Sering Diperas Oknum Polisi Setiap Dapat Proyek, Maral Lapor ke Propam Polda Sumsel

Merasa diperas oleh oknum anggota polisi, Maral Sani (48), mendatangi petugas Yanduan Bidpropam di Mapolda

Sering Diperas Oknum Polisi Setiap Dapat Proyek, Maral Lapor ke Propam Polda Sumsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Maral Sani (48), yang menunjukan tanda bukti lapor dari Yanduan Bidpropam di Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang, Rabu (14/2/2018). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Merasa diperas oleh oknum anggota polisi, Maral Sani (48), mendatangi petugas Yanduan Bidpropam di Mapolda Sumsel Jalan Jenderal KM 4,5 Palembang, Rabu (14/2/2018).

Maral yang tercatat sebagai warga Desa Kota Baru Kabupaten OKU Timur, melaporkan oknum anggota Reskrim Polres OKU Timur kepada petugas propam Polda Sumsel. Maral mengakui telah diperas oleh oknum anggota Polres OKU Timur.

"Setiap saya dapat proyek, saya selalu dimintai uang. Terakhir saya dimintai uang Rp50 juta untuk proyek pengadaan bawang dari dinas pertanian OKU Timur, tapi saya tidak sanggup," ujar Maral.

Diakui Maral, oknum polisi yang memintai uang itu adalah anggota Reskrim Polres OKU Timur, dengan alasan uangnya untuk keperluan operasional anggota.

"Sebenarnya sudah saya tawar untuk memberi uang Rp10 juta untuk royek pengadaan bawang ini, tapi ditolak dan mereka tidak mau. Karena saya merasa diperas, maka itu saya memilih melapor ke propam Polda Sumsel," ujar Maral yang tercatat sudah lama menjadi pemborong untuk proyek di wilayah OKU Timur.

Terkait laporan warga yang mengaku dipreas oknum anggota, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara belum mengetahui laporan yang dimaksud. Namun jika laporan tersebut memang benar dan terbukti, anggota yang dilaporkan itu pasti akan ditindak tegas.

"Nanti akan saya tanyakan ke propam, jika betul akan kita tindak. Sejak awal saya tegaskan kepada anggota, jangan ada yang meminta atau bermain proyek. Peran polisi itu mencegah terjadinya penyelewengan," ujarnya.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, jika pun nantinya terbukti sesuai laporan, tentu sanksi tegas akan diberlakukan. "Tindakan tegas jika terbukti akan dimutasi dan tidak naik angkat. Jika itu memang pemerasan, itu bisa pidana. Pastinya akan saya tindak," tegasnya

Editor: Odi Aria Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help