SriwijayaPost/

Abu Tours Palembang

Pegawai Kantor Abu Tours Juga Menghilang, Ternyata tak Ada Warga Sumsel

"Pegawai Abu Tours di Palembang yang ada sekitar enam dan tujuh orang, informasi yang kami dapat ternyata bukan warga Palembang," ujar Kapolda Sumsel

Pegawai Kantor Abu Tours Juga Menghilang, Ternyata tak Ada Warga Sumsel
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Sejumlah calon jemaah umroh Abu Tours yang menungu giliran untuk menjalani pemeriksaan di Subdit I Kamneg Ditreskrimum Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman KM 4,5 Palembang, Rabu (14/2). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah pegawai yang bekerja di Kantor Abu Tours perwakilan Palembang di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang, ternyata bukan warga Sumsel.

Bahkan keberadaannya kini belum diketahui.

"Pegawai Abu Tours di Palembang yang ada sekitar enam dan tujuh orang, informasi yang kami dapat ternyata bukan warga Palembang," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (14/2).

Petugas penyidik Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel, telah memeriksa 40 saksi korban terkait dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang yang dilakukan oleh manajemen Abu Tours terhadap uang calon jemaah umroh.

Zulkarnain mengatakan, pihaknya baru menerima laporan korban perorangan saja. Sementara ini belum ada agen perwakilan Abu Tours yang melapor ke Polda Sumsel.

"Jadi belum ada karyawan, bos, atau pemilik Abu Tours yang diperiksa. Indikasinya mereka sudah kabur karena dari informasi warga sekitar barang-barang di kantor Abu Tours sudah dibawa keluar," ujarnya.

Meskipun belum menetapkan tersangka, namun petugas masih terus melakukan pengembangan penyidikan.

"Kami bekerja cepat namun sesuai prosedur. Seiring dengan waktu para tersangka pun akan ditetapkan, dipanggil, dan akan dicekal agar tidak melarikan diri ke luar negeri," ujarnya.

Terkait apakah akan ada penggeledahan kantor Abu Tours yang ada di Palembang yang kini sudah dipasang garis polisi, Zulkarnain mengatakan, penggeledahan belum bisa dilakukan karena masih perlu izin dari pengadilan.

"Setelah ada izin, akan langsung kami geledah kantornya. Jadi kemungkinan setelah digeledah, akan didapatkan data berapa calon jemaah yang menjadi korban gagal berangkat umroh," ujarnya.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, untuk kasus Abu Tours ini diselidiki atas kasus dugaan tindak pidana pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan.

Namun seiring pengembangan penyidikan, bisa jadi ditemui tindak pidana baru yakni tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Bisa jadi money laundry yang mengaburkan dananya dengan modus tarif umroh yang murah. Terlebih lagi mengenai izinnya yang harus didapatkan dari instansi berwenang. Jika memang tidak ada izin, silakan tanyakan ke instansi berwenangnya," ujarnya.

Zulkarnain juga menghimbau, kepada para korban yang berada di daerah lain di Sumsel untuk melapor ke Polres setempat dan tidak perlu datang langsung ke Polda Sumsel.

"Pada setiap polres di Sumsel sudah dibuatkan posko pengaduan korban Abu Tours. Silakan masyarakat yang di daerah luar Palembang melapor ke Polres saja, tidak perlu jauh-jauh ke Polda," ujarnya.(bew/mg4)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help