SriwijayaPost/

Jaksa Tahan Terduga Korupsi Pembangunan Akses Jalan Bandara Atung Bungsu Pagaralam

"Jadi kita akan tahan tersangka selama 20 hari. Karena semua berkas sudah lengkap atau P21 berikut barang buktinya," ujarnya.

Jaksa Tahan Terduga Korupsi Pembangunan Akses Jalan  Bandara Atung Bungsu Pagaralam
SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA
Teddy Juniastanto, tersangka kasus dugaan korupsi (posisi duduk kemeja putih) ketika menjalani pemeriksaan tahap dua di Kejati Sumsel Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang, Rabu (14/2). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Teddy Juniastanto, tersangka kasus dugaan korupsi, langsung dilakukan penahanan oleh jaksa penyidik Kejati Sumsel. Penahanan dilakukan selama 20 hari di Rutan Pakjo Palembang.

Teddy ditahan setelah penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, melimpahkan berkas tahap dua ke penyidik jaksa di Kejati Sumsel Jalan Gub H Bastari Jakabaring Palembang, Rabu (14/2).

Aspidsus Kejati Sumsel Agnes Triani SH mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim jaksa, bahwa berkas tersangka sudah lengkap dan siap untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Sedangkan untuk status tersangka, disebutkannya akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan.

"Jadi kita akan tahan tersangka selama 20 hari. Karena semua berkas sudah lengkap atau P21 berikut barang buktinya," ujarnya.

Teddy Juniastanto merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) program pembangunan jalan akses Bandara Athung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013.

Agnes didampingi Kasi Penuntutan bidang Pidsus Rosmaya SH mengatakan, perbuatan tersangka dilakukan pada tahun 2013 yang diduga telah terjadi penyimpangan pada proses tender hingga pelaksanaannya.

Dari total anggaran yang digunakan sekitar Rp 24 miliar terjadi kerugian negara sebesar Rp 5 miliar.

"Seharusnya pelelangannya dinyatakan gagal. Bahkan dalam pelaksanaan kontrak, PPK tidak melakukan pengawasan, pemeriksaan dan pengujian. Tetapi setelah diaudit struktur, ditemukan kekurangannya," ujarnya.

Kuasa hukum Titis Rachmawaty SH yang mendampingi Teddy mengatakan, kliennya akan mengikuti proses hukum yang sedang berjalan ini hingga selesai.

“ Kita lihat saja, saya belum bisa berbicara banyak saat ini dan masih fokus untuk mendamping klien," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi tersebut berupa penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang dalam kegiatan proyek pembangunan jalan akses Bandara Atung Bungsu 2 jalur aspal hotmix tahap III sumber dana APBD Kota Pagar Alam tahun anggaran 2013, nilai kontrak sebesar Rp 23.595.777.000. Diduga ada kerugian negara Rp5 miliar.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help